Pixel Code jatimnow.com

Santri Tewas karena Penganiayaan, Pondok Gontor: Ini Proses Perbaikan

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Mita Kusuma
Pengajar Ponpes Modern Darussalam Gontor, Ahmad Saifulloh (Foto: Humas Gontor for jatimnow.com)
Pengajar Ponpes Modern Darussalam Gontor, Ahmad Saifulloh (Foto: Humas Gontor for jatimnow.com)

Ponorogo - Kasus penganiayaan berujung kematian santri Albar Mahdi membuat Ponpes Modern Darussalam Gontor berbenah.

Pengajar Ponpes Modern Darussalam Gontor, Ahmad Saifulloh, mengatakan proses perbaikan sedang dilakukan. Perbaikan itu, menurutnya dari berbagai sisi.

"Sistem pengasuhan, sistem pendidikan secara menyeluruh secara holistic, saat ini kita sedang membentuk tim khusus untuk evaluasi internal, untuk memperbaiki kualitas sistem tersebut," ujarnya, Rabu (14/10/2022)

Baca juga:
Ketua PKS Jatim Minta Kader Teladani Semangat Mendidik Kiai Abdul Jalal

Perbaikan sistem tersebut juga memperhatikan tuntutan zaman. Tak bisa dilupakan juga Ponpes Modern Darussalam Gontor sudah memiliki core value Gontor, panca jiwa, motto Gontor menjadi dasar pengembangan sistem di Gontor.

"Kami juga mohon doa dari masyarakat Indonesia bahwasanya kami sudah berpengalaman sudah 100 tahun melakukan pendidikan, proses pendidikan di Indonesia,” tambahnya.

Baca juga:
Keluarga Santri Korban Penganiayaan Tidak Tuntut Pondok Gontor, Ini Alasannya

Ia mengimbau kepada wali santri Pondok Modern Darussalam Gontor pusat, di cabang-cabangnya, seluruh Jawa, luar Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi, untuk tetap tenang. Kiai, pimpinan pondok, asatidz, ustadzah, yang mengabdi terus berbenah memperbaiki diri belajar banyak dari kasus ini sehingga proses pendidikan terys berjalan sesuai yang diharapkan.