Pixel Code jatimnow.com

Harga Beras di Jombang Terus Meningkat, Pedagang dan Pembeli Mengeluh

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Elok Aprianto
Pedagang beras di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang.(Foto: Elok Aprianto)
Pedagang beras di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Kenaikan harga BBM bersubsidi berimbas terhadap harga bahan pokok. Salah satunya harga beras di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang. Kondisi ini membuat warga mengeluh lantaran harga beras terus naik setiap pekannya.

Ditemui di lapak jualannya, pedagang beras di Pasar Citra Niaga Galih (48) mengaku harga beras setiap pekannya mengalami kenaikan. Harga beras naik mulai Rp200, terus bertambah jadi Rp800 hingga Rp1.000 per kilogramnya setiap pekan.

"Naik lagi sekarang, sudah sejak 2 hari lalu. Kalau kenaikan beras dari harga normal itu sudah sejak kurang lebih dua mingguan. Jadi normalnya awal itu Rp8 ribu rupiah per kilogramnya. Sekarang sudah naik Rp700 sampai Rp1.000. Jadi sekarang kurang lebih seharga Rp9 ribu rupiah per kilogramnya," ungkapnya, Jumat (16/9/2022).

Kenaikan harga beras membuat barang dagangannya sepi pembeli. Ia pun mengalami penurunan omzet penjualan.

"Sebelumnya orang beli 7 sampai 10 kg, sekarang turun jadi 2 sampai 5 kg. Itu pun kalau jadi, kadang orang-orang masih tawar-menawar gitu," bebernya.

Galih menduga kenaikan harga beras akan terus terjadi. Sebab harga BBM bersubsidi naik sehingga berpengaruh pada ongkos transportasi beras dari petani.

"Ke depannya ini masih belum tahu harganya. Tapi menurut saya akan mengalami kenaikan lagi. Bukan karena BBM naik saja kenaikan harga beras ini terjadi. Tapi juga dikarenakan pemasokan bahan pangan sekarang berkurang," tegasnya.

Untuk itu, ia berharap pada pemerintah agar mencarikan solusi dan mengatasi kondisi ini. Sehingga para pedagang tidak mengalami penurunan pendapatan.

Baca juga:
Sederet Langkah Bulog Bojonegoro untuk Menjaga Stabilitas Harga Beras

"Ya harapannya kami, bagaimana bisa normal," tukasnya.

Sementara itu, Sulami (46) salah satu pembeli beras asal Desa Kepatihan, mengeluhkan kenaikan harga beras.

"Iya mas, mengeluh. Bagaimana tidak, beras ini kebutuhan pangan, kebutuhan keluarga di rumah setiap harinya. Bayangkan, sejak BBM naik itu beras sudah naik Rp200, sekarang naik lagi kisaran Rp700 hingga Rp1.000 per kg," ujarnya.

Dua hari sebelumnya, Sulami sudah mencari pedagang yang menjual beras dengan harga normal. Namun diakui Sulami, hal itu tidak ditemukan di Jombang.

Baca juga:
Menteri Perdagangan Tegaskan Pasokan Bahan Pokok Aman dan Harga Stabil

"Kemarin sudah cari beras yang biasa dan murah, tapi di pasar Jombang kota ini tidak ada. Rata-rata sudah naik semua. Padahal beras di rumah sudah menipis, sedangkan anak saya tiga masih sekolah semua. Gimana ya, masak kebutuhan pokok masyarakat kecil ini mau dinaikkan terus ke depannya," ucap Sulami.

Meski harga beras naik, Sulami dengan terpaksa tetap membeli beras. Namun ia tak lagi membeli beras sesuai dengan rencana awal. Ia hanya membeli 3 kilogram beras dengan harga Rp9.000 per kg.

"Tetap tak beli, soalnya beras di rumah sudah sangat sedikit. Tapi tetap mengeluh, BBM naik, beras naik, bawang naik, kok semua masyarakat yang di bawah jadi korbannya pemerintah. Ya saya harap bagaimana pemerintah bisa menstabilkan harga kebutuhan pokok atau pangan ini kembali," tukasnya.