Pixel Code jatimnow.com

Perampok Indomaret di Sidoarjo Tertangkap, Pistol Pelaku Ternyata Korek Api

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Zainul Fajar
Kapolresta Sidoarjo dan Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo saat menunjukkan tangkapan layar rekaman CCTV Indomaret (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Kapolresta Sidoarjo dan Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo saat menunjukkan tangkapan layar rekaman CCTV Indomaret (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

Sidoarjo - Perampok yang menyatroni salah satu Indomaret di Sedati, Sidoarjo telah tertangkap. Ternyata pelaku gunakan senjata api (Senpi) palsu dalam beraksi. Hal tersebut terungkap setelah pihak kepolisian telah menangkap pelaku perampokan itu.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro menjelaskan, pelaku yang berhasil dibekuk adalah berinisial D (28) warga asal Teluk Bango, Karawang, Jawa Barat.

Tidak hanya itu, dari pengembangan kasus tersebut, Kusumo mengatakan bahwa pelaku adalah orang yang sama yang menodongkan pistol palsu tersebut di SPBU Jenggolo beberapa waktu lalu. Selain itu, pelaku juga residivis yang sempat beraksi di Surabaya.

"Kalau untuk senjatanya, itu palsu. Senjatanya merupakan miniatur pistol yang fungsinya sebagai korek api. Sekarang pelaku masih dikembangkan di Surabaya," ucapnya.

Baca juga:
Rampok Satroni Indomaret di Sidoarjo: Todongkan Pistol, Gondol Uang Rp30 Juta

Lebih lanjut Kusumo mengatakan bahwa pelaku selama ini tinggal di sebuah rumah kos di sekitar area Sidotopo Surabaya. Ia juga menyebut bahwa pihaknya bersinergi denhan Polrestabes Surabaya dalam pengembangan kasus ini.

Diberitakan sebelumnya, komplotan perampok menyatroni Indomaret Jalan Raya Pulungan, Sedati, Sidoarjo, Senin (19/9/2022) dini hari. Dalam aksinya, salah satu pelaku sempat menodongkan pistol.

Baca juga:
Nekat Rampas HP Kasir, Pemuda di Malang Ditangkap

Karyawan Indomaret berinisial MW (23) menjelaskan, peristiwa terjadi begitu cepat. Dia menyebut ada dua pelaku yang beraksi. Satu pelaku berjaga di depan, satu lainnya masuk ke dalam.

Akibat insiden itu, pihak Indomaret mengalami kerugian senilai total Rp30 juta.