Pixel Code jatimnow.com

Viral, Pengantin Naik Kuda di Ponorogo

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Mita Kusuma
Tangkapan layar.
Tangkapan layar.

Ponorogo - Sebuah video berdurasi 21 detik viral. Video tersebut menggambarkan mempelai pengantin pria naik kuda ke tempat mempelai wanita.

Dalam video tersebut, pengantin pria menunggang kuda. Dia menggunakan pakaian kemeja putih kemudian berjas lengkap. Pengantin pria juga berdasi dan berpeci.

Video tersebut viral diunggah di instagram milik akun @ponorogo.update2. Video tersebut disukai 2.026 netizen dan dikomentari puluhan netizen.

Dalam video tersebut bertuliskan pengantin di Desa Krisik, Kecamatan Pudak. Naik kuda ke tempat mempelai perempuan. Karena jarak rumah dekat.

"Betul kemarin siang itu di acara kan tenan di desa saya," kata Kepala Desa Krisik, Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo, Erwan Santoso, Jumat (23/9/2023).

Dia menjelaskan yang sedang berbahagia adalah Hartono (24) dan Dian (20). Keduanya merupakan tetangga, jarak rumahnya hanya 1,5 kilometer. Keduanya juga satu dukuh, satu desa.

Baca juga:
Pilihan Pembaca: Calon Pengantin Kabur, Warung Es Degan, Sopir Bus Nyabu

“Tidak menyangka bakal viral. Murni hanya iseng saja. Ada warga yang punya kuda. Terus kita iseng bagaimana kalau kita kembali ke zaman dulu temanten naik kuda,” katanya.

Menurutnya, ide iseng itu juga diamini oleh pengantin pria. Tak ayal berangkat ke tempat mempelai wanita benar-benar menggunakan kuda. Untuk pengiring lainnya mengendarai kendaraan bermotor.

“Ini acuan kedepan, mungkin pengantin di Desa Krisik kalau dapat yang dekat juga bakal naik kuda. Juga menggunakan baju blangkon atau adat Jawa,” tegas Erwan.

Baca juga:
Terjadi Lagi di Magetan, Calon Pengantin Pria Kabur Ditangkap Polisi

Ini juga, kata dia, bentuk inspirasi untuk menjaga kelestarian Jawa. Antusias masyarakat menurutnya juga sangat bagus.

“Bisa jadi solusi, dulu zaman orang tua saya ngiring pengantin naik kuda disertai selawatan. Sekarang menggunakan motor atau mobil. Nah bisa lagi nih pakai kuda,” pungkasnya

 

Peristiwa

Mengenal Siklus dan Gejala Erupsi Semeru

"Siklus erupsi gunung api aktif bermacam-macam. Bisa satu tahun sekali, setiap bulan, bahkan setiap hari," kata Pakar Geologi ITS, Amien Widodo.