Pixel Code jatimnow.com

Menilik Sejarah Panjang Bakpao Kimyen yang Terkenal

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Yanuar Dedy
Bakpao kimyen di Jalan Dhoho, Kota Kediri.(Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Bakpao kimyen di Jalan Dhoho, Kota Kediri.(Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Masyarakat di Kediri dan sekitarnya tentu sudah tidak asing lagi dengan Bakpao Kimyen. Makanan tradisional Tionghoa itu bisa ditemui di sepanjang Jalan Dhoho, Kota Kediri, saat sore.

Gerobak dorong berwana cokelat dengan tulisan kimyen berwarna merah besar menjadi ciri dari kudapan legendaris ini. Sebelum tumbuh dan dikenal masyarakat luas di Kediri sejak 1978, Bakpao Kimyen ternyata lebih dulu lahir di Surabaya.

Aruman, warga Kelurahan Burengan, Kota Kediri yang membawa bakpao kimyen ke Kota Tahu. Saat itu, Aruman bekerja sebagai karyawan bagian pengolahan di pabrik bakpao kimyen.

Dalam pengabdiannya 10-20 tahun, ia terpaksa berhenti setelah perusahaan tempatnya bekerja beralih menjadi bisnis otomotif. Sekitar 1976, perusahaan itu membuka sebuah showroom. Sehingga harus memecat beberapa karyawan di bagian pengolahan bakpao. Aruman dan dua teman dekatnya dari Surabaya dan Mojokerto dipecat.

“Awalnya bapak saya bekerja di perusahaan bakpao kimyen juga. Habis itu perusahaannya alih profesi. Terus karyawannya dikasih gerobak suruh meneruskan usaha bakpao kimyen,” kata Heri Wahyu Surono, anak kedua Aruman, Selasa (27/9/2022).

Menurut Heri, hanya ayahnya yang melanjutkan bisnis ini. Dua temannya di Surabaya dan Mojokerto memilih untuk tidak meneruskan usaha bakpao kimyen.

Kimyen sendiri menurut Heri memiliki arti sebuah tempat penghasil uang. Kim adalah tempat, dan Yen berarti uang.

Baca juga:
Kuy, Intip Menu dan Kelezatan Makanan Jawa Klasik, Ada dari Kediri

Sebagai generasi penerus sejak 1999, anak kedua Aruman ini tetap mempertahankan cita rasa bakpao kimyen. Termasuk dari pemilihan bahan baku yang digunakan, sehingga ciri khas bakpao tidak hilang. Terutama dari segi teksturnya yang padat, sehingga membuat penikmat bakpao kimyen merasa kenyang setelah makan.

“Saya generasi kedua. Bapak meninggal, saya yang meneruskan,” tambahnya.

Saat ini dalam sehari, Heri mampu memproduksi kurang lebih 1.000-1.200 bakpao kimyen berbagai rasa. Mulai dari cokelat, strawberry, kacang hijau, kacang tanah hingga ayam. Untuk proses produksi dan penjualannya, Heri dibantu 5 orang karyawannya.

Baca juga:
5 Rekomendasi Kuliner Bakso di Mojokerto, Nomor 4 Jangan Bingung

Kini di Kota Kediri, ada 3 lokasi yang menjadi tempat penjualan bakpao kimyen ini. Yakni di depan Pasar Pahing Kota Kediri dan 2 gerobak di Jalan Dhoho Kota Kediri. Biasanya di ujung jalan Stasiun Kediri dan di ujung Jalan Sriwijaya.

Dia juga punya mitra di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Tulungagung. Untuk harga, kimyen saat ini dijual Rp4.000.