Pixel Code jatimnow.com

Nyambi Edarkan Sabu, Kuli Serabutan Diringkus Polisi yang Nyamar Jadi Pembeli

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Farizal Tito
Kuli serabutan yang mengedarkan sabu diamankan polisi (Foto-foto: Satresnarkoba Polrestabes Surabaya)
Kuli serabutan yang mengedarkan sabu diamankan polisi (Foto-foto: Satresnarkoba Polrestabes Surabaya)

jatimnow.com - Seorang kuli serabutan ditangkap polisi lantaran terbukti nyambi mengedarkan narkoba jenis sabu.

Kuli itu berinisial AP (48), asal Desa Kalijaten, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Dia ditangkap di depan rumahnya setelah anggota Unit Idik III Satresnarkoba Polrestabes Surabaya menyamar menjadi pembeli, sekitar pukul 12.30 WIB, Rabu (24/8/2022).

Dalam enggeledahan, polisi menyita 15 paket sabu siap edar dengan berat total 4,88 gram, yang disimpan dalam saku celana. Juga disita uang tunai Rp3,2 juta, kartu ATM dan handphone.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Daniel Marunduri mengatakan, setelah mendapat informasi dari masyarakat, timnya lalu menyamar sebagai calon pembeli dengan menghubungi tersangka.

Tersangka lalu sepakat melakukan transaksi secara COD, di sekitar tempat tinggalnya.

"Anggota menyamar sebagai pembeli dan sepakat melakukan transaksi dengan sistem COD," ujar Daniel, Selasa (17/9/2022).

Baca juga:
Tukang Bakar Kapur Nyambi Jual Sabu Diringkus Polisi

Barang bukti yang disita dari kuli serabutan pengedar narkobaBarang bukti yang disita dari kuli serabutan pengedar narkoba

Alumni Akpol Tahun 2004 itu menambahkan, setelah ditangkap, tersangka digelandang ke safe house-nya yang berada di Desa Sadang Gang Lapangan, Kecamatan Taman.

"Dalam penggeledahan, tim kami juga memukan barang bukti satu klip sabu seberat 1.34 gram, timbangan elektrik, sebuah buku catatan transaksinya dan satu pak klip plastik," imbuhnya.

Baca juga:
Polisi Gerebek Rumah di Kediri: Tangkap Sopir Truk, Sita Sabu dan Pil Koplo

Sementara dalam pemeriksaan AP mengaku bahwa sabu itu disuplai oleh pria berinisial EKO yang kini sudah masuk DPO. Transaksi dilakukan sekitar pukul 20.00 WIB, Sabtu (20/8/2022) di daerah Karah, Surabaya.

"Awalnya dia beli 5 gram kemudian dipecah-pecah menjadi paketan kecil sebanyak 20 paket. Dan masih baru laku 4 paket kecil. Dia mengaku sudah bertransaksi dengan DPO sebanyak 4 kali," tandasnya.