Pixel Code jatimnow.com

Menengok Shelter Kucing Liar di Jombang Milik Kuli Bangunan

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Elok Aprianto
Sodik Purwanto warga Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan Jombang yang memiliki shelter kucing liar. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Sodik Purwanto warga Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan Jombang yang memiliki shelter kucing liar. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sodik Purwanto (50) warga Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang ini rela mengeluarkan ongkos jutaan rupiah dari kantong pribadinya. Uang itu, ia pergunakan untuk merawat kucing liar yang sakit.

Biasanya kucing yang lucu dan kucing ras menjadi buruan masyarakat. Berbeda dengan Sodik Purwanto, yang justru sangat peduli dengan kucing liar. Bahkan, dirinya menyediakan rumahnya sebagai shelter yang menampung kucing sakit maupun kucing tidak terurus.

Saat ditemui di rumahnya, Sodik mengaku kerap mengunjungi pasar, tempat pembuangan sampah, hanya untuk memungut kucing liar yang tak terawat. Bahkan dalam kondisi sakit.

"Ya biasanya kondisinya kurus, kotor, dan terkadang sakit. Kondisi kucing yang tidak terurus ini membuat saya prihatin," ujarnya, Jumat (30/9/2022).

Ia mengaku hatinya tergerak untuk menyelamatkan kucing-kucing liar yang sakit. Ia mengobati dan merawatnya.

"Sudah dari tahun 2004 saya merawat kucing yang sakit atau dibuang pemiliknya," terangnya.

"Awalnya dulu itu nggak tega melihat kucing yang sakit di pinggir jalan. Kemudian saya rawat hingga sembuh kemudian saya lepas lagi karena memang masih belum mempunyai tempat," sambungnya.

Hingga kini, lebih dari ribuan ekor kucing liar telah dievakuasi. Tidak semuanya sembuh. Banyak juga yang mati. Dikubur di lahan dekat rumahnya.

Baca juga:
135 Kucing Ditelantarkan di Surabaya, Siapa Nih yang Mau Adopsi?

"Kalau sekarang ini kucing saya tinggal 120 ekor. Karena tidak menentu masuk dan keluarnya kucing," ungkapnya.

Untuk menyediakan makan dan obat-obatan kucing, ia selalu menyisihkan uang dari gajinya menjadi kuli bangunan.

Tidak jarang juga pencinta kucing lainya juga membantu obat dan makanan untuk kucing-kucing tersebut. Untuk pakan kucing, ia mengaku menghabiskan biaya Rp1 juta per bulan.

"Setelah banyak yang tahu adanya rescue dan shelter, saya sering mendapatkan kiriman kucing. Mayoritas dalam kondisi sakit. Ada pula yang menghubungi melalui telepon untuk mengambil kucing yang sakit," katanya.

Baca juga:
Hai Pemudik, Ini Referensi Penitipan Kucing dan Anjing di Malang

Banyaknya kucing di rumahnya tidak menjadi masalah bagi anggota keluarganya. Bahkan tetangganya juga tidak mempermasalahkan ia memelihara kucing liar.

"Alhamdullilah semua mendukung tetangga juga baik," ungkapnya.

Kucing yang dievakuasi dan telah sembuh akan dipajang. Kemudian dicarikan pengasuh. Tanpa biaya.

"Terkadang juga ada yang mau mengadopsi dengan mengganti pakan kucing," pungkasnya.