Pixel Code jatimnow.com

Cuaca Tak Menentu Bikin Petani Tembakau Cemberut

Editor : Arina Pramudita Reporter : Elok Aprianto
Hasil panen tembakau petani Desa Made, Kecamatan Kudu, Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Hasil panen tembakau petani Desa Made, Kecamatan Kudu, Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Petani tembakau di utara Kabupaten Jombang, cemberut lantaran musim panen tahun ini tak semelimpah biasanya. Kondisi cuaca yang tak menentu menjadi penyebabnya.

Petani di Desa Made, Kecamatan Kudu, misalnya. Mereka terpaksa memanen tembakau meski tanaman belum tumbuh maksimal. Apalagi sejak awal musim tanam, tanaman kerap diterjang hujan.

"Hasil panen kali ini memang tidak bisa maksimal. Karena pada saat tanam kemarin cuaca tidak menentu, lantaran terkadang turun hujan. Sehingga, membuat tanaman tembakau menjadi rusak," ungkap Puspita Dewi, petani tembakau di Desa Made, Minggu (2/10/2022).

Sudah dua kali, ia mengganti tanamannya sewaktu awal tanam, diakibatkan tanaman yang busuk terkena hujan. Apabila tidak diganti dengan yang baru, para petani khawatir gagal panen.

"Kalau dulu tidak diganti yang busuk-busuk itu malah tidak panen," katanya.

Baca juga:
Petani di Ponorogo Bobol Kartu ATM Milik Tetangga, Begini Ceritanya

Akibat kondisi ini, hasil panen yang biasanya bisa mencapai 2 ton lebih per satu hektar lahan, kini menghasilkan tak sampai 2 ton tembakau.

"Paling bagus sekarang hanya 1,6 ton saja," jelasnya.

Baca juga:
Dalang Pencurian Gabah Milik Para Petani di Ponorogo Terbongkar

Meski begitu, Dewi mengaku tidak terlalu merugi. Sebab harga tembakau tergolong stabil di pasaran.

"Untuk tembakau kering kualitas bagus masih laku diharga Rp35 ribu per kilogramnya. Kalau yang jelek itu harga Rp31 ribu sampai Rp32 ribu per kilogramnya," pungkasnya.