Pixel Code jatimnow.com

TGIPF Tragedi Kanjuruhan Sudah Rumuskan Langkah Kerja dan Akan Terjun ke Malang

Editor : Sofyan Cahyono
Rapat perdana TGIPF Tragedi Kanjuruhan di Kantor Menko Polhukam, Jalan Merdeka Barat No 15 Jakarta Pusat, Selasa (4/10) malam.(Foto: Putra/kemenpora.go.id)
Rapat perdana TGIPF Tragedi Kanjuruhan di Kantor Menko Polhukam, Jalan Merdeka Barat No 15 Jakarta Pusat, Selasa (4/10) malam.(Foto: Putra/kemenpora.go.id)

jatimnow.com - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan menggelar rapat perdana di Kantor Menko Polhukam, Jalan Merdeka Barat Nomor 15 Jakarta Pusat, Selasa (4/10) malam. Rapat turut dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali yang juga menjadi Wakil Ketua TGIPF Tragedi Kanjuruhan.

Rapat perdana dimaksudkan sebagai wahana saling mengenal, mengingat anggota TGIPF berasal dari berbagai latar belakang.

"Iya, kami rapat perdana. Pertama, kami saling mengenal karena kami berasal dari berbagai latar belakang. Pak Menko sebagai Ketua TGIPF telah mengenalkan kami," kata Menpora Amali usai rapat seperti dikutip dari situs resmi Kemenpora, Rabu (5/10/2022).

Dari berbagai latar belakang para anggota tim, diharapkan menjadi sebuah teamwork yang solid dan mampu menemukan fakta-fakta obyektif secara cepat dan tepat.

"Kemudian kami menyampaikan bagaimana pandangan terhadap tim ini dan selanjutnya akan menyusun rencana. Apa yang harus kami lakukan dengan tugas ini. Tapi intinya, kami mau kerja secara transparan dan akuntabel serta secepat-cepatnya," tegasnya.

"Nanti tim akan terjun langsung ke Malang dan targetnya secepatnya menyelesaikan pekerjaan ini," imbuhnya.

Jadi inti rapat perdana ini untuk menyamakan persepsi dari berbagai sudut pandang latar belakang anggota tim. Lalu di hari-hari berikutnya akan ada progres yang dapat diupdate terus.

Baca juga:
Hasil Autopsi Dua Korban Tragedi Kanjuruhan, Dokter: Tak Terdeteksi Gas Air Mata

"Hari ini mulai dirumuskan apa yang akan dikerjakan oleh Pak Nur sebagai Sekretaris dicatat dan diagendakan. Hari ini tim hadir lengkap yang dua lewat online, yaitu Pak Nugroho lagi di Papua dan Mas Kurniawan masih di Malaysia. Semua telah memberikan sumbangan pemikiran," tutupnya.

Anggota TGIPF Laode M Syarif menambahkan, apa yang dihasilkan tim nantinya menjadi rekomendasi penting untuk kasus tragedi Kanjuruhan dan guna kemajuan sepak bola Indonesia di masa mendatang.

"Saya tambahkan sedikit bahwa pertemuan ini adalah membahas kesedihan yang luar biasa. Tetapi diharapkan rekomendasinya itu bukan hanya untuk kasus ini saja. Tetapi perbaikan sepak bola Indonesia ke depan," kata mantan Wakil Ketua KPK ini.

"Yang kedua harus ada keadilan bagi para korban. Oleh karena itu maka nanti ada tim komunikasi tersendiri yang akan ditunjuk. Jadi malam ini kenal dulu sebagaimana dikatakan oleh Pak Menpora, dan diharapkan Pak Menko dalam waktu dua minggu selesai," lanjutnya.

Baca juga:
KPAI Ajak Hindari Multitrauma Anak Korban Bencana

Sebagaimana disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD, TGIPF dipimpin oleh dirinya. Kemudian Wakil Ketua dijabat oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dan Sekretaris oleh mantan Jaksa Agung Muda Pidana Umum Nur Rochmad.

Sementara Anggota TGIPF adalah Akademisi Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Sumaryanto, Pengamat Sepak Bola Akmal Marhali, Jurnalis Kompas Anton Sanjoyo, mantan Pengurus PSSI Nugroho Setiawan, mantan Kepala BNPB Doni Mornardo, Wakil Ketua Umum 1 KONI Mayjen (Purn) Suwarno, Mantan Wakapolda Kalimantan Barat Irjen (Purn) Sri Handayani, mantan Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif, dan mantan pemain Timnas Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto.