Pixel Codejatimnow.com

Gudang Penyimpanan Botol Plastik di Rungkut Industri Terbakar

Editor : Arif Ardianto  Reporter : Arry Saputra
Petugas PMK bergerak memadamkan api
Petugas PMK bergerak memadamkan api

jatimnow.com - Sebuah kebakaran terjadi di kawasan Rungkut Industri II Surabaya, Senin (30/7/2018). Gudang penyimpanan botol kesehatan berbahan plastik milik PT Aditamaraya Farmindo terbakar.

Menurut keterangan salah satu karyawan yang ditemui dilokasi mengatakan,  sempat terlihat asap yang keluar dari salah satu gudang pada pukul 13.30 Wib. Dan ternyata asap itu berasal dari dalam gudang penyimpanan botol.

Saat kebakaran karyawan PT Aditamaraya Farmindo berhamburan keluar dan memadati jalanan di kawasan Rungkut Industri II.

Kepala Bidang Operasional PMK Kota Surabaya Bambang Vistadi mengatakan bahwa benar yang terbakar adalah gudang penyimpanan laboratorium atau obat-obatan.

"Gudang berukuran 25 meter, yang terbakar bahan-bahan dari obat-obatan termasuk packing botol plastik," ujar Bambang Kepada wartawan, Senin (30/7/2018).

Bambang menambahkan kebakaran ini dugaan sementara akibat arus pendek listrik dari peralatan yang digunakan untuk packing.

Baca juga:
Warung Sate BMW di Ngambon Bojonegoro Ludes Terbakar

"Yang terbakar hanya sebagian dari gudang tidak semuanya, dan  Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," lanjutnya.

Sementara itu, Marsum, General Manager PT Aditamaraya Farmindo mengatakan, saat istirahat dan mulai bekerja kembali masih ada karyawan dan berteriak memanggil teman-temannya untuk mengambil alat pemadam serta mematikan listrik.

Ia memastikan, kebakaran yang terjadi bukan dari listrik karena di gudang tersebut tidak menggunakan listrik. Ia mengatakan ada indikasi salah satu karyawan yang merokok kemudian lupa mematika  rokok dan menyebabkan kebakaran.

Baca juga:
Ruko 2 Lantai dan Pom Mini di Kediri Terbakar

"Kita kehilangan satu shift kerja akibat kebakaran ini, yang terbakar bahan kemasan yang tidak dipakai didalam kardus. Untuk kerugiannya sendiri cukup sedikit karena kemasan yang tidak dipakai," pungkasnya.

Reporter: Arry Saputra
Editor: Arif Ardianto