Pixel Code jatimnow.com

Novita Hardini Salurkan Bantuan Korban Terdampak Bencana Trenggalek

Editor : Rochman Arief Reporter : Bramanta Pamungkas
Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardini saat mengunjungi korban longsor. (foto: Kominfo Trenggalek for jatimnow.com)
Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardini saat mengunjungi korban longsor. (foto: Kominfo Trenggalek for jatimnow.com)

jatimnow.com - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini menyalurkan bantuan korban tanah gerak dan longsor, di Desa Masaran, Kecamatan Bendungan.

Tim Penggerak PKK hadir bersama UPRINTIS Indonesia mencoba menggerakkan potensi yang ada guna meringankan beban warga terdampak.

Berdasrakan Pemerintah Kabupaten Trenggalek, terdapat 47 rumah yang terdampak longsor di Desa Masaran, Kecamatan Bendungan.

Dari 47 rumah warga, 10 di antaranya tergolong berat. Beberapa titik di desa tersebut tidak dimungkinkan untuk pemukiman dalam jangka waktu panjang, dan mengharuskan direlokasi.

“Saya bersama jajaran Pemkab Trenggalek memberikan bantuan kepada korban banjir dan longsor Oktober lalu. Kemudian kami juga mendata apa saja yang dibutuhkan untuk dipenuhi sesegera mungkin,” kata Novita, Senin (31/10/2022)

Dalam kunjungan itu, Novita banyak mendapatkan keluhan warga. Sebut saja tidak punya tempat tinggal, huniannya tidak aman, harus tinggal di pengungsian sementara hingga berharap ada relokasi yang aman.

Baca juga:
Mengulik Buku Trenggalek is The Southern Paradise Karya Novita Hardini

Beberapa warga mengalami trauma dengan kejadian tanah longsor yang terjadi pada Selasa (18/10) lalu.

“Kami akan terus berkeliling mendata apa saja yang dibutuhkan warga untuk memapah kehidupan baru yang lebih baik dan juga aman,” ungkap Novita.

Sementara itu, Kepala Desa Masaran, Supardi mengatakan bagi warga yang memiliki lahan untuk dibangun akan dibantu prosesnya.

Baca juga:
Novita Ajak Organisasi Perempuan di Trenggalek Komitmen Setop Pernikahan Anak

Sedangkan masyarakat terdampak yang tidak memiliki lahan relokasi, masih dicarikan solusi dengan mengomunikasikan kepada pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat.

“Kami berharap bisa segera ada solusi sehingga warganya dapat melanjutkan kehidupann dengan tenang, terhindar dari ancaman bencana tanah longsor dan tanah gerak,” terang Supardi.