Pixel Code jatimnow.com

Mantap! Dua Mahasiswa UK Petra Surabaya Dikukuhkan Jadi Duta Wisata Kaltim 2022

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Farizal Tito
Tjio Ryoko Aristo Kurnia (kiri) - (Foto-foto: Ajeng for jatimnow.com)
Tjio Ryoko Aristo Kurnia (kiri) - (Foto-foto: Ajeng for jatimnow.com)

jatimnow.com - Dua mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya menjadi pemenang dalam Perhelatan Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim) 2022.

Keduanya adalah Tjio Ryoko Aristo Kurnia, mahasiswa English for Creative Industry (ECI), sebagai Juara 1 Duta Wisata Kalimantan Timur 2022 dan Duta Wisata Intelegensia.

Kemudian Tjiang Jennifer Chandra, mahasiswi English for Business (E-Biz), yang menyabet Runner Up II Duta Wisata Kalimantan Timur 2022.

Ryoko yang menyabet dua gelar sekaligus itu mengaku kaget. Diakuinya, upayanya untuk menyabet gelar itu tidak mudah, karena ia harus melewati filterisasi terlebih dahulu dengan menjadi perwakilan di tingkat kabupaten.

Mereka berdua merupakan perwakilan pemenang dari Kota Balikpapan, kemudian harus bersaing dengan delapan pasangan lainnya dari berbagai kota di Kaltim.

"Unpredicted, saya gak pernah ekspektasi lebih sampai juara. Sudah dapat atribut saja sudah merasa bangga. Tetapi Tuhan kasi saya kesempatan mendapatkan gelar lebih dari atribut saja," ungkap Ryoko, Selasa (2/10/2022).

Mahasiswa yang memiliki IPK 3,41 itu mengungkapkan, dalam kompetisi ini, para peserta diminta membuat sebuah program yang bisa dijalankan secara nyata. Sehingga ia bersama pasangannya Syabina Trisnawati itu membuat program bernama Berwisata Bersama Teman Tuli (Berdali).

"Jadi proyek Berdali ini harus sudah berjalan terlebih dahulu sebelum dibawakan saat lomba di tingkat Provinsi. Persiapannya kurang lebih enam bulan lamanya. Bahkan kami harus belajar bahasa isyarat terlebih dahulu," ungkap Ryoko.

Mahasiswa angkatan 2020 itu menjelaskan, Berdali merupakan program tiga hari tour keliling tempat wisata di Balikpapan sekaligus mengajar para teman tuli menjadi tourguide.

"Harapan kami berdali ini bisa dikembangkan sehingga bisa menjadi lahan pekerjaan baru bagi teman tuli," jelas mahasiswa yang juga menjadi peserta pada Event Inacraft 2022 di Jakarta itu.

Baca juga:
UK Petra PTS Terbaik di Surabaya Versi QS Asia University Rankings 2023

Tjiang Jennifer Chandra (kanan)Tjiang Jennifer Chandra (kanan)

Sementara Jennifer Chandra mengaku, meski sering mengikuti berbagai kompetisi, tapi dirinya harus berjibaku mengatur waktu secara baik, supaya prestasi akademik kuliahnya tidak terganggu. Tak heran jika dia mampu meraih IPK di atas rata-rata yaitu 3,60.

"Saya mempunyai time management and priority scale. Sebagai mahasiswa dan duta wisata, saya harus disiplin dengan waktu serta mengatur waktu dengan baik," tambahnya.

Dalam event ini, dia mengaku membuat project bertajuk PutaRasa (Sekali Putar Banyak Rasa). Program tersebut merupakan sebuah project pengenalan wisata berprinsip 3C (Content, Community, Collaboration).

Secara virtual destinasi wisata seharian di Balikpapan. Sehingga dapat mengenalkan mulai dari kuliner, hidden gem, sport tourism, dan subsektor ekonomi kreatif lainnya.

Baca juga:
BIN dan Kemendikbud Dipercaya Mengelola Asrama Mahasiswa Nusantara di Surabaya

"Saya merasa sangat bangga dan senang sekali. Apa yang sudah saya jalani dan kerjakan dari proses perlombaan tingkat kota sampai ke provinsi hingga program kerja memberikan hasil yang baik dan dapat memberikan dampak positif bagi pariwisata Kalimantan Timur," ungkap Jenni.

Sementara Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA) UK Petra Surabaya, Dr. Endo Wijaya Kartika mengaku bangga dengan capaian yang diraih oleh Ryoko dan Jenni.

Menurutnya, mereka dapat menjadi teladan bagi mahasiswa lainnya. Di mana anak muda harus meninggalkan zona nyamannya, dengan mulai bergerak untuk melakukan hal kecil sesuai bakat dan minatnya.

"Selamat dan kami bangga sama mereka. UK Petra sangat mendukung kegiatan non akademik para Petranesian tentu saja dengan tetap tidak meninggalkan kuliahnya," ungkap Dr Endo.

Dia menambahkan, prestasi non-akademik ini juga menjadi tambahan point atau penghargaan ekstra kepada Ryoko dan Jenni dalam meraih wisudawan berprestasi.