Pixel Code jatimnow.com

Sulap Sawah Jadi Kebun Bunga, Warga Jombang Raup Cuan

Editor : Rochman Arief Reporter : Elok Aprianto
Abdul Syukur saat berada di kebun bunga asoka. (foto-foto: Elok Aprianto)
Abdul Syukur saat berada di kebun bunga asoka. (foto-foto: Elok Aprianto)

jatimnow.com - Abdul Syukur, petani asal Dusun Payak Santren, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Jombang mengubah sawahnya menjadi kebun bunga asoka.

Langkah ini diambil lantaran hasil panen tanaman yang ditanam tak maksimal. Alhasil, ia kini kebanjiran cuan dari hasil menjual bunga yang ia budidayakan.

Bila melintas daerah Payak Santren, Desa Rejoagung, mata akan dimanjakan hamparan sawah yang luas. Berbagai tanaman mulai dari padi, kacang panjang, cabai, bunga kol dan jagung, terlihat sekitar.

Akan tetapi, ada satu sawah yang menarik perhatian. Sebab sawah tersebut bukan ditanami tanaman produk pertanian, melainkan ditanami bunga-bunga taman.

Hal ini membuat sawah terlihat sangat menarik. Sebab, di arealnya banyak bunga beranekaragam warna, yang mekar bersamaan. Di tengah sawah terlihat sosok yang terlihat sibuk menata bunga di polybag.

Ya, sawah itu merupakan milik Abdul Syukur. Ia sengaja mengubah sawahnya yang berukuran 2.000 m2, dijadikan tempat budidaya bunga. Bunga yang ditanam didominasi asoka.

Saat ditemui, ia menceritakan awalnya tak puas dengan hasil panen tanaman di sawah miliknya. Ia mengaku pengeluarannya tak sebanding dengan pendapatan.

Selanjutnya ia memutar otak untuk mengatasinya. Hingga akhirnya muncul ide untuk membuat budi daya bunga asoka.

“Saya ubah sawah ini sejak tahun 2010,” ujarnya, Jumat (4/11/2022).

Ia mengaku, perubahan ini bukan tanpa alasan. Ia yang sebelumnya menanam palawija mengubahnya menjadi penangkaran bunga.

“Dulu hasil panen saya kurang saat menanam palawija. Ongkos tanam mahal, sedangkan hasilnya kurang maksimal,” paparnya.

Selain itu, ia mengaku pernah menggeluti usaha budi daya bunga di Batu. Pengalaman itu ia jadikan modal dan memutuskan mengubah sawah menjadi penangkaran bunga.

“Saya memilih bunga asoka, karena perawatannya mudah,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan awalnya indukan bunga asoka dipotong batangnya. Selanjutnya, bibit ini ditaruh ke dalam polybag hingga bersemi.

“Selanjutnya diberi pupuk kandang alami ditambah dengan NPK sedikit. Setelah usia empat bulan baru bisa dijual,” bebernya.

Ia menyebut, tidak butuh perawatan khusus. Bahkan bunga asoka ini sangat kuat terhadap segala cuaca, dan tahan berbagai penyakit. Sehingga tidak khawatir gagal panen.

“Intinya sangat mudah dirawat,” lanjut Syukur.

Harga bunga ini cukup murah. Satu polybag dijual Rp2.500 hingga Rp3.000. ia menambahkan jika pembeli paling banyak dari Surabaya dan Kediri. Ada pula yang dari Kalimantan. Dalam satu bulan, cuan yang diraup bisa mencapai Rp10 juta.

“Alhamdullilah lebih menguntungkan menamam bunga dibandingkan palawija," pungkasnya.