Pixel Code jatimnow.com

Galian C yang Tewaskan Dua Orang Beroperasi Lagi, Garis Polisi Hilang

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Achmad Supriyadi
Lokasi kejadian galian c yang menewaskan dua pencari batu. (Foto: Arda for jatimnow.com)
Lokasi kejadian galian c yang menewaskan dua pencari batu. (Foto: Arda for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kasus tewasnya dua pencari batu di galian C Dusun Jaringansari, Desa Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto masih suram.

Bahkan, garis polisi yang terpasang di lokasi kejadian longsornya tebing galian C itu sudah lenyap. Tambang itu juga sudah beroperasi hanya beberapa hari setelah insiden itu.

"Sekitar tiga hari setelah kejadian itu (garis polisi) sudah nggak kelihatan lagi. Apa memang ada yang mencopot atau gimana, kurang tahu," kata salah seorang pencari rumput, ST, Jumat (4/11/2022).

"Beberapa hari pascainsiden yang merenggut dua korban jiwa tersebut penambangan kembali dilakukan. Sudah digali lagi sampai sekarang. Cuman sekarang tidak terlalu (masif) seperti sebelum itu," tambahnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Gondam Prienggondhani saat dikonfirmasi terkait beroperasinya tambang galian C ini belum merespons.

Baca juga:
BRI Sukses Manjakan Masyarakat Mojokerto Lewat PRS

Namun, sumber internal menjelaskan, kasus kejadian longsornya tebing galian c milik Widhi Sulton Wahyudi yang menewaskan dua pencari batu itu masih dalam penyelidikan.

"Belum ada progres signifikan. sekarang masih proses, tahap lidik. Sebenarnya garis polisi itu dicabut kalau kondisi sudah kondusif (penyelidikan dan penyidikan selesai)," bebernya.

Baca juga:
Unik, Pemuda di Mojokerto Potong Rambut Amal untuk Korban Gempa Cianjur

Masih kata sumber tersebut, hingga saat ini petugas belum menetapkan tersangka dalam kasus tewasnya dua pencari batu ini.

Sebelumnya, longsor terjadi di galian c yang menimbun empat orang pencari batu. Dua orang tewas dan dua lainnya mengalami luka dalam kejadian tersebut.

Pemerintahan

UMP 2023 Jawa Timur Naik 7,8 Persen

Kenaikan UMP 2023 ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Jatim Nomor 188/860/KPTS/013/2022 tanggal 21 November 2022 tentang Upah Minimum Jatim.