Pixel Code jatimnow.com

Sederet Langkah Mas Ipin Tangani Banjir dan Longsor di Trenggalek

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Bramanta Pamungkas
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) saat meninjau lokasi bencana (Foto-foto: Dok. Kominfo Trenggalek)
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) saat meninjau lokasi bencana (Foto-foto: Dok. Kominfo Trenggalek)

jatimnow.com - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) meninjau lokasi banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah titik.

Pemkab Trenggalek juga telah menyiapkan sejumlah langkah darurat untuk menangani bencana ini. Di mana banjir dan longsor melanda sejumlah desa di Kecamatan Munjungan, Watulimo dan Gandusari.

Sejumlah infrastruktur dan fasilitas umum di wilayah tersebut juga ikut mengalami kerusakan.

Mas Ipin mengatakan, berdasarkan hasil pemetaan banjir dan longsor, yang terparah berada di wilayah Kecamatan Munjungan dan Watulimo. Beberapa jembatan penghubung di sini putus total. Akses dari Kampak menuju Munjungan juga tertutup material longsor.

"Wilayah terparah di Kecamatan Watulimo dan Munjungan. Di Munjungan ada beberapa jembatan yang putus, lalu ada akses darat dari Kampak-Munjungan juga putus tertimbun longsor," ujar Mas Ipin, Jumat (4/11/2022).

Menurutnya, khusus Kecamatan Munjungan butuh penanganan cepat, terutama soal akses jalan. Saat ini wilayah itu terisolir akibat putusnya jembatan dan tanah longsor.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) saat meninjau lokasi bencanaBupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) saat meninjau lokasi bencana

Baca juga:
Bupati Trenggalek Ajak Masyarakat Tanam Bambu untuk Kelestarian Alam

Mas Ipin menerangkan untuk membuka konektivitas Kecamatan Munjungan, Pemkab Trenggalek tengah mengupayakan pembersihan titik longsor di Desa Besuki dengan memanfaatkan alat berat.

"Kami berharap hari ini akses dari Kampak ke Munjungan bisa dibuka kembali," terangnya.

Sedangkan untuk jembatan putus di ruas Munjungan-Watulimo, Mas Ipin telah berkomunikasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) untuk memasang jembatan bailey.

Jembatan darurat itu akan dipasang di atas konstruksi jembatan lama di perbatasan Desa Bendoroto dengan Desa Bangun. Pemasangan jembatan ini dinilai penting untuk mengantisipasi longsor susulan di jalur Kampak-Munjungan.

Baca juga:
Mengulik Buku Trenggalek is The Southern Paradise Karya Novita Hardini

"Kami tadi sudah dapat kepastian dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, bahwa kami akan dibantu jembatan bailey, dengan bentang 30 meter," tuturnya.

Mas Ipin menambahkan, ke depan pihaknya akan segera melakukan perencanaan untuk merevitalisasi infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak.

"Saat ini kami juga fokus untuk melakukan normalisasi sungai agar alirannya kembali lancar. Material yang terbawa banjir dikeruk, sedangkan titik-titik yang ambrol akan dipasang bronjong," pungkasnya.