Pixel Code jatimnow.com

Mas Ipin Minta Penguatan Pondasi Ponpes dan Rekayasa Arus Sungai

Editor : Rochman Arief Reporter : Bramanta Pamungkas
Mas Ipin (tengah) saat melakukan peninjauan normalisasi arus sungai dan perbaikan pondasi ponpes Tarbiyatus Sholihin. (foto-foto: Kominfo Trenggalek for jatimnow.com)
Mas Ipin (tengah) saat melakukan peninjauan normalisasi arus sungai dan perbaikan pondasi ponpes Tarbiyatus Sholihin. (foto-foto: Kominfo Trenggalek for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemkab Trenggalek mengerahkan alat berat untuk menangani dampak banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu. Salah satu yang mendapatkan penanganan adalah Pondok Pesantren Tarbiyatus Sholihin, di Desa Masaran, Kecamatan Munjungan.

Sebab, pondasi gedung sekolah di pondok pesantren ini hilang tergerus derasnya arus sungai. Kondisi ini membuat para siswa SMP dan SMK di ponpes ini harus belajar di tempat lain.

Bupati Trenggalek, Mocahamad Nur Arifin saat meninjau lokasi mengaku sangat khawatir dengan kondisi pondasi ponpes. Ia meminta agar kondisi tersebut segera ditangani.

Sebab, sisi bangunan sudah menggantung dari tanah, dan perlu penguatan tepi sungai maupun rekayasa arus sungai. Menurutnya, bangunan tersebut bisa tersapu ganasnya air apabila terjadi banjir susulan,.

Sementara alat berat tersebut bantuan dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang disiagakan untuk melakukan penguatan menggunakan batuan sungai. Sekaligus merekayasa aliran sungai, agar tidak mengarah langsung ke pondok.

Alat berat bantuan dari Pemkot Surabaya dikerahkan untuk melakukan normalisasi arus sungai dampak banjirAlat berat bantuan dari Pemkot Surabaya dikerahkan untuk melakukan normalisasi arus sungai dampak banjir

“Kita adakan rekayasa aliran sungai, yang di sisi sebelah barat kita geser ke timur. Nanti penguatan terstruktur kita perkuat dengan bronjong,” katanya, Selasa (08/11/2022).

Baca juga:
Cara Mas Ipin Kendalikan Inflasi di Trenggalek

Pihak Pemkab Trenggalek mendapat pinjaman dua unit alat berat dari Pemerintah Kota Surabaya. Selain itu, pemkab juga masih menunggu kedatangan pinjaman alat berat dari Kementerian Sosial.

Alat berat ini rencananya akan dimaksimalkan untuk melakukan penguatan tanggul sungai dan rekayasa arus. Normalisasi juga akan dilakukan untuk menghindari banjir terulang kembali.

“Alat berat ini kita dapat dari Surabaya, kita dipinjami Pak Eri Cahyadi dua unit dan menunggu dari Kementerian Sosial. Kemudian di tempat kita juga menyewa dengan dana pemerintah dan swadaya masyarakat. Jadi kita melakukan penambahan volume dan penguatan di struktur struktur yang berisiko,” tuturnya.

Baca juga:
Trenggalek Raih Penghargaan Peningkatan Indeks Daya Saing Digital Daerah

Sementara itu, staf Dinas Sumberdaya Air Kota Surabaya, Wahyu, yang diperbantukan menangani dampak banjir ini menuturkan penanganan pascabanjir akan dilakukan dengan rekayasa arus sungai.

Awalnya arus yang mengarah ke timur akan dialihkan ke barat, sehingga tidak menggerus pondasi ponpes. Selain itu mereka juga akan memasang bronjong sebagai penguat.

“Akan kita lakukan penguatan dengan batu sehingga air tidak semakin ke timur. Selanjutnya akan kita perkuat dengan bronjong," pungkasnya.