Pixel Code jatimnow.com

Lantik Komite Komunikasi Digital, Ini Harapan Mas Ipin

Editor : Rochman Arief Reporter : Bramanta Pamungkas
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat melantik Komite Komunikasi Digital. (foto: Kominfo Trenggalek for jatimnow.com)
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat melantik Komite Komunikasi Digital. (foto: Kominfo Trenggalek for jatimnow.com)

jatimnow.com - Era keterbukaan informasi saat ini memicu munculnya berbagai narasi yang dibangun di tengah kehidupan masyarakat yang telah akrab dengan media sosial. Terlebih menjelang kontestasi politik, baik narasi positif maupun negatif, akan terus bermunculan.

Berdasarkan data dari We are Social Hootsuite yang berpusat di Kanada, jumlah pengguna internet di Indonesia hingga Februari 2022 mencapai 204,7 juta jiwa. Dari jumlah itu, 191 juta di antaranya pengguna aktif media sosial.

Di tengah tingginya akses digital masyarakat, belum selaras dengan tingginya literasi digital. Hal itulah yang menyebabkan masih banyak narasi negatif hingga berita hoax dengan mudah menjangkau masyarakat.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyambut baik dibentuknya Komite Komunikasi Digital. Adanya komite ini diharapkan bisa menjadi pelapis dan penyaring dari segala informasi yang berkembang di masyarakat.

“Semuanya berawal dari narasi, apalagi sekarang di media sosial akan banyak narasi-narasi yang muncul. Harapan kami, terbentuknya komite ini kita bisa jadi pelapis, penyaring untuk semua informasi,” ujarnya, Kamis (10/11/2022)

Baca juga:
Bupati Trenggalek Ajak Masyarakat Tanam Bambu untuk Kelestarian Alam

Komite ini diharapkan dapat menyaring informasi yang mengandung diss informasi maupun miss informasi. Hal ini sangat diperlukan mengingat banyak berita hoax yang berkembang sehingga masyarakat sering merasa kebingungan.

“Menyaring berita untuk disesuaikan dengan kepentingan, bukan seperti itu. Tetapi yang disaring yang black-black, yang hoax-hoax saja, kemudian kalau ada negatif campaign, miss informasi itu disediakan ruang untuk klarifikasi,” tuturnya.

Sementara itu, Komite Komunikasi Digital di Kabupaten Trenggalek berisi sejumlah elemen mulai dari pejabat pemerintah, TNI, Polri, awak media hingga akademisi.

Baca juga:
Mengulik Buku Trenggalek is The Southern Paradise Karya Novita Hardini

Mas Ipin, sapaannya, juga berpesan agar komite ini berbaur dengan netizen. Hal ini harus dilakukan untuk memberikan opini berimbang tentang segala isu yang menyebar.

“Tidak gampang berkeliling secara digital mengedukasi masyarakat, karena jumlah komite dengan jumlah netizen pasti lebih banyak netizennya, mengontrol semuanya tidak mudah,” pungkasnya.