Pixel Code jatimnow.com

Komisi C DPRD Jombang Rekomendasi Tak Pencairan Uang Pemeliharaan

Editor : Rochman Arief Reporter : Elok Aprianto
Hearing antara Komisi C DPRD Jombang dengan Dinas Perkim terkait pembahasan dana perawatan jalur pedestarian KH Wahid Hasyim. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com))
Hearing antara Komisi C DPRD Jombang dengan Dinas Perkim terkait pembahasan dana perawatan jalur pedestarian KH Wahid Hasyim. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com))

jatimnow.com - Komisi C DPRD Jombang tidak merekomendasikan pencarian dana jaminan pemeliharaan jalur pedesterian KH Wahid Hasyim. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat dengar pendapat atau hearing dengan Perumahan dan Pemukiman Jombang.

Hal ini menyusul sejumlah kerusakan pada proyek senilai Rp16,7 miliar, saat dilakukan sidak yang dilakukan Komisi C.

Wakil Ketua Komisi C, Miftahul Huda mengatakan bahwa rekomendasi ini dikeluarkan pascahearing di DPRD Jombang dengan dinas terkait. Selain itu, Huda mengaku jika wakil rakyat meminta perbaikan cepat diselesaikan sebelum serah terima bangunan.

“Kami menyampaikan berdasarkan hasil peninjauan proyek jalur pedesterian di Jalan Wahid Hasyim,” katanya, Senin (14/11/2022).

Lebih lanjut ia mengatakan jika apa yang menjadi temuan segera dilakukan perbaikan.

“Informasi yang kami dapat dari Dinas Perkim, perbaikan sudah dilakukan. Kami juga meminta agar apa yang menjadi temuan segera diselesaikan. Seperti mengganti keramik dan fasilitas yang rusak hingga pohon yang mati,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan jika perbaikan tidak selesai sampai 19 November, Dinas Perkim harus menghitung kerugian.

“Kerugian itu nanti dibayarkan menggunakan uang jaminan 5 persen dari nilai kontrak. Kerugiannya berapa ditransferkan ke kas daerah,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Huda mengaku rekomendasi belum diberikan secara tertulis. Namun demikian, pada saat hearing rekomendasi harus dijalankan.

Baca juga:
Tunjukkan Komitmen Peningkatan RTLH, Ini yang Dilakukan Pemkab Jombang

Ia menyebut, Komisi C juga akan kembali melakukan pengecekan kondisi trotoar setelah dilakukan perbaikan.

“Kamis (17/11) nanti, kami akan meninjaulagi ke lapangan. Apakah masih banyak kerusakan ditemukan di lapangan,” tegasya.

Sementara itu, Heru Widjajanto Kepala Dinas Perkim Jombang membenarkan jika memang masih ada kekurangan terutama dalam penggantian pohon yang mati.

“Dari 300 pohon, ada ratusan yang mati. Sekarang sudah mulai penggantian tinggal 30 pohon yang mati. Insyallah dalam waktu dekan akan diganti,” ujarnya setelah hearing kemarin.

Baca juga:
Dinas Perkim Jombang Tingkatkan Kualitas Puluhan Rumah Tak Layak Huni

Untuk persolan, keramik dan ornamen-ornamen lainnya, ia mengaku sudah dilakukan perbaikan. Bahkan sudah memasuki sesi tiga.

“Perbaikan sudah dilakukan, dan saat ini sudah mau menuju sesi empat. Semoga selesai sampai 19 November,” tegasnya.

Heru menyebut, pihaknya akan melakukan pengecekan di hari terakhir. Sehingga diketahui sektor mana saja yang masih butuh perbaikan. Sekaligus menghitung kerugian dari proyek tersebut.