Pixel Code jatimnow.com

Rek, Urus KTP Rusak atau Hilang di Surabaya Mudah dan Cepat

Editor : Rochman Arief
Kepala Dispendukcapil Surabaya, Agus Imam Sonhaji. (foto: Rama Indera/jatimnow.com)
Kepala Dispendukcapil Surabaya, Agus Imam Sonhaji. (foto: Rama Indera/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya memberikan layanan mudah untuk mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang rusak dan hilang. Khusus bagi warga Surabaya.

Adapun proses pembaruan KTP akibat rusak maupun hilang cukup mudah. Perhatikan syarat dan ketentuan yang sudah ditetapkan.

Pertama, siapkan berkas data diri berupa fotokopi kartu keluarga (KK). Kedua, menuju kelurahan tempat Anda tinggal dengan membawa bukti bahwa KTP sudah rusak. Jika KTP hilang, perlu melengkapi surat kehilangan dari kepolisian.

Langkah ketiga mengisi form pemohon yang telah oleh petugas di kelurahan. Dengan mengikuti tiga alur tersebut, KTP hilang atau rusak bisa diproses mendapatkan yang baru, gratis dan tidak menunggu lama.

Kepala Dispendukcapil Surabaya, Agus Imam Sonhaji mengatakan bahwa proses pembaruan KTP lama rusak atau hilang itu relatif cepat, dan bisa dilakukan melalui kelurahan.

“Relatif cepat. Cukup satu sampai dua hari KTP baru bisa langsung diambil. Kalaupun lama itu, biasanya diakibatkan blangko KTP kehabisan stok,” kata Agus Imam Sonhaji, Senin (14/11/22).

Baca juga:
Bobol Kotak Amal, Mobil Terbakar, Mengurus KTP di Surabaya

Selain melalui kelurahan, KTP rusak atau hilang dapat diurus secara online melalui aplikasi Klampid New Gemeration (KNG). Layanan ini jauh lebih mudah, lantaran bisa dilakukan di mana saja.

“Aplikasi KNG menambah kemudahan akses pembaharuan KTP bagi warga Surabaya, syarat dan ketentuan sama. Yang berbeda pada berkas syarat yang dilampirkan dalam bentuk soft file,” imbuhnya.

Lebih dalam, lanjut Agus Imam, bagi warga Surabaya milenial diimbau melakukan aktivasi KTP digital. Tujuannya sebagai back up pendataan apabila KTP hilang.

“KTP digital ini bisa di-install melalui playstore, di mana nantinya tidak berbentuk fisik, dan lebih fleksibel. Bisa disimpan di gadget yang dapat diakses menggunakan kode QR (Quick Response),” pungkasnya.

Laporan: Rama Indra/jatimnow.com