Pixel Code jatimnow.com

Ya Allah! Remaja Disabilitas Diduga Sengaja Dibuang di Mojokerto

Editor : Rochman Arief Reporter : Achmad Supriyadi
Dinsos Kabupaten Mojokerto saat menjemput anak disabilitas yang diduga sengaja ditelantarkan. (foto Dinsos Kabupaten Mojokerto for jatimnow.com)
Dinsos Kabupaten Mojokerto saat menjemput anak disabilitas yang diduga sengaja ditelantarkan. (foto Dinsos Kabupaten Mojokerto for jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang remaja disabilitas diduga sengaja ditelantarkan orang tak di kenal, tepat di depan rumah warga, di Jalan Raya Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Mudjiati, warga setempat, mengaku melihat seorang pria dan anak tersebut keluar dari dalam mobil, Rabu (9/11/2022), sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu ia tengah berada di depan kediamannya.

Awalnya ia hanya memantau dari dalam rumah bersama suami. Namun, aksi pria itu semakin mencurigakan lantaran meletakkan anak disabilitas tersebut bersama popok dan pakaian dalam di pinggir jalan.

"Saya sama suami habis salat duhur, terus duduk di ruang depan. Tapi ada mobil yang berhenti, kami lihat dari dalam. Lha kok, ada orang menurunkan seorang anak," ujarnya saat dikonfirmasi Rabu (16/11/2022).

Melihat itu, warga Bangsal ini bergegas keluar dan meneriaki orang tersebut. Alhasil, pria yang sengaja meninggalkan remaja perempuan itu berlari ke dalam pasar.

Sementara, mobil yang digunakan sebagai alat transportasi ia hentikan bersama suaminya.

Baca juga:
Video: Penemuan Sesosok Mayat di Jalur Sendi Pacet

"Ada dua orang waktu itu, sepertinya sama Mas Grab. Tapi Mas Grab-nya gak tahu apa-apa pas ditanya, cuma meletakkan dua bungkus plastik dengan isi popok sama celana," ujarnya.

Alhasil, ia dan suaminya lalu merawat anak itu untuk sementara waktu. Sebab ia mengaku kebingungan untuk mencari tau identitas remaja yang diperkirakan berusia 18 tahun ke atas ini.

Lalu pada Jumat (11/11/2022), ia menghubungi pendamping PKH desa setempat untuk melaporkan peristiwa tersebut.

Baca juga:
Temuan Mayat di Sendi Mojokerto, Ditemukan Baju Motif Kotak

"Jumat saya hubungi pendamping PKH, terus saya ceritakan. Diarahkan laporan ke desa dulu, dan hari ini di bawa Dinsos Kabupaten Mojokerto," ia memungkasi.