Pixel Code jatimnow.com

Dugaan Remaja Disabilitas di Mojokerto Dibuang Hanya Rekayasa, Ini Alasannya

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Achmad Supriyadi
Mujiati saat berada di Panti Werda. (Foto: Assegaf for jatimnow.com)
Mujiati saat berada di Panti Werda. (Foto: Assegaf for jatimnow.com)

jatimnow.com - Remaja perempuan penyandang disabilitas yang dikabarkan ditelantarkan atau dibuang di depan rumah, itu hanya rekayasa Mujiati dan keluarganya.

Cerita jika anak remaja perempuan yang ditaruh didepan rumah Mujiati oleh seorang pria lalu melarikan diri ke dalam pasar dan ada juga sopir grab itu semua hanya rekayasa.

Hal itu dilakukan hanya karena suami yang merupakan ayah kandung dan Mujiati ibu tiri anak disabilitas itu tidak bisa merawat dengan baik.

"Alasannya tidak bisa merawat," kata Mujiati di Panti Werda, Kamis (17/11/2022).

Ia menambahkan, dirinya melakukan laporan palsu agar anak tirinya itu bisa dirawat oleh Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto atau Dinsos Provinsi Jawa Timur.

Baca juga:
Mas Dhito Beri Alat Bantu Mobilitas, Bangkitkan Semangat Disabilitas di Kediri

"Saya merekayasa agar ditangani dan dirawat oleh dinsos," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang anak disabilitas (diperkirakan sudah remaja) diduga sengaja dibuang oleh seseorang pria.

Anak disabilitas itu ditaruh di depan rumah Mujiati pada Rabu (9/11/2022) sekitar pukul 13.00 WIB dengan dibekali popok dan juga pakaian.

Baca juga:
Dugaan Pembuangan Remaja Disabilitas di Mojokerto Mulai Diusut Polisi

Mujiati menjelaskan, saat itu ada dua orang yang. Satu orang meninggalkan anak disabilitas itu berhasil lari ke dalam pasar. Satu lagi hanya mengaku sebagai sopir Grab.

"Ada dua orang waktu itu, sama Mas Grab. Tapi Mas Grab nya tidak tahu apa-apa pas ditanyai, cuman naruhkan dua kresek isi popok sama celana," pungkasnya.