Pixel Code jatimnow.com

Pemkab Mojokerto Gelontorkan Rp18 Miliar Bangun 5598 Jamban

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Achmad Supriyadi
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat kucurkan bantuan untuk jamban sehat. (Foto-foto: Diskominfo Kabupaten Mojokerto for jatimnow.com)
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat kucurkan bantuan untuk jamban sehat. (Foto-foto: Diskominfo Kabupaten Mojokerto for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto mengucurkan bantuan sosial (Bansos) jamban sehat senilai Rp18 miliar kepada 5.598 kepala keluarga (KK) di 18 kecamatan yang belum memiliki jamban yang layak.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menargetkan dengan anggaran itu seluruh desa bisa berstatus open defecation free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan tahun ini.

Bantuan untuk menuntaskan pembangunan jamban itu diserahkan secara stimulan oleh Bupati Ikfina kepada perwakilan penerima jamban sehat di Balai Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Penyerahan bantuan jamban sehat itu juga dihadiri Jajaran Forkopimda Kabupaten Mojokerto, Pimpinan Bank Jatim, Kepala DPRKPP Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono, Forkopimca Mojoanyar, Kades Kepuhanyar, Kades Gebangmalang, TP PKK Kecamatan Mojoanyar dan Ketua Forum Kabupaten Sehat.

Bupati Ikfina mengatakan, dari total anggaran Rp18 miliar itu, Pemkab memploting masing-masing penerima mendapatkan Rp3,1 juta untuk pembangunan jamban sehat. Dengan rincian Rp2,1 juta untuk biaya bahan bangunan dan Rp1 juta untuk pekerja.

Baca juga:
Pemkab Mojokerto Raih WTP 8 Kali Berurutan

Ikfina juga melakukan peninjauan secara langsung ke beberapa rumah warga dan toko bangunan di Desa Kepuhanyar. Hal itu untuk memastikan proses pembangunan berjalan dengan baik.

"Jadi tadi kita sudah lihat di lapangan, kita sudah tinjau ke toko bahan bangunan dan betul-betul dibuat sesuai standar yang bagus," kata Ikfina, Sabtu (19/11/2022).

Baca juga:
Peran Media Membangun Pemkab Mojokerto dan Cerdaskan Masyarakat

Ikfina menilai proses pembangunan jamban semuanya sudah mengalami progres yang baik. Pengiriman bahan bangunan pun sudah siap 51 persen. Dalam proses pembangunan jamban itu, lanjut Ikfina, pihaknya melibatkan partisipasi masyarakat untuk penyedia bahan bangunannya maupun tenaga kerjanya.

"Kegiatan ini bukan hanya pembangunan jamban tetapi semacam padat karya. Jadi kita memanfaatkan tenaga kerja lokal dan penyedia barang yang ada di lokasi pembangunan," pungkasnya.