Pixel Code jatimnow.com

Ya Allah, Pria Jombang Ceburkan Diri ke Brantas Gegara Judi Pilkades

Editor : Rochman Arief Reporter : Elok Aprianto
Petugas BPBD terus melakukan pencarian terhadap Jupri yang bunuh diri di Sungai Brantas Jombang. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Petugas BPBD terus melakukan pencarian terhadap Jupri yang bunuh diri di Sungai Brantas Jombang. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Adanya barang-barang yang ditinggal Jupri (58) warga Dusun Ngotok, Desa Kedungotok, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang yang menceburkan diri ke sungai brantas di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan, membuat polisi melakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan terhadap barang milik korban, polisi menemukan surat wasit. Yakni secarik kertas yang berisikan pesan terakhir Jupri pada beberapa orang dan keluarganya.

Dalam wasiat tersebut, polisi menemukan fakta menarik. Diduga kuat penyebab Jupri frustrasi dan nekat mengakhiri nyawanya dengan menceburkan diri ke sungai Brantas.

Kapolsek Ngusikan, AKP Soewono mengatakan jika korban ini murni bunuh diri. Hal ini diketahui dari pemeriksaan terhadap para saksi. Diketahui jika korban ini sudah dua hari berada di area penyebrangan perahu yang sudah tidak digunakan.

"Menurut keterangan saksi, ia itu sempat ngobrol dan ngomong kalau kondisinya bingung, dan sudah berangkat dua hari yang lalu dari rumah. Saat ini sepeda motornya dititipkan di parkiran pasar sebelum terjun ke sungai Brantas," katanya, Minggu (27/11/2022).

Setelah sepeda motornya dititipkan, sambung Kapolsek, korban ini sempat muntah-muntah. Tentu warga menjadi curiga dan menanyakan kondisinya.

surat wasiat yang ditinggalkan Jupri sebelum terjun ke Sungai Brantas. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)surat wasiat yang ditinggalkan Jupri sebelum terjun ke Sungai Brantas. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Baca juga:
Diterjang Angin, Pohon Setinggi 15 M di Jombang Ambruk, Listrik Padam

"Setelah pukul 09.30 WIB, ia berjalan ke area tambangan yang gak dipakai, di situ ketemu Iksan (tukang tambang perahu) dan dua saksi lain. Dari situ kelihatan kalau (korban) frustrasi," sambung Soewono.

Usai ngobrol dengan beberapa saksi, korban sempat mencuci tangan. Dan setelah itu, korban berlari untuk menceburkan diri ke sungai.

"Dia ke sungai, cuci tangan. Setelah itu kembali ke saksi, gak lama kemudian dia (korban) berjalan cepat dan menceburkan diri. Ini murni bunuh diri," tegasnya.

Sejauh ini AKP Soewono mengakui sedikit ada masalah di rumah yang berkaitan dengan Pilkades. Dugaan kuat adelah judi pilkades atau taruhan pilkades.

Baca juga:
Undang Elemen Masyarakat, Ini Yang Disampaikan Bupati Jombang

"Ya kira-kira lurah-lurahan (pemilihan lurah atau kepala desa). Korban itu kan kelahiran Balonggemek, tapi tinggal di Kedungotok. Nah, menurut keterangan keluarga sejak pilkades kemarin korban belum pulang ke rumah. Ya mungkin itu masalah taruhan," katanya.

Hal ini sambung Kapolsek, dikuatkan dengan surat wasiat yang dibuat korban untuk keluarga dan beberapa orang yang diduga ikut taruhan pilkades.

"Ya ini hubungannya dengan masalah ekonomi. Ia ini meninggalkan surat wasiat yang ada di jok sepeda motor," pungkasnya.