Pixel Code jatimnow.com

Bangunan Sekolah di Kota Batu Rusak Akibat Tanah Gerak

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Galih Rakasiwi
Bangunan sekolah di Kota Batu yang rusak akibat tanah gerak (Foto: BPBD Kota Batu for jatimnow.com)
Bangunan sekolah di Kota Batu yang rusak akibat tanah gerak (Foto: BPBD Kota Batu for jatimnow.com)

jatimnow.com - BPBD Kota Batu melaporkan rusaknya bangunan SD/SMP Satap Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, akibat tanah gerak.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (2/12/2022) pagi. Berdasarkan kajian BPBD, amblesnya tanah mengakibatkan kerusakan bangunan sekolah seluas 500 meter persegi itu.

"Bagian lantai maupun dinding bangunan mengalami keretakan. Bahkan di bagian dinding kamar mandi turut ambrol. Seluruh penjuru bangunan sekolah rusak berat imbas pergerakan tanah," ujarnya, Sabtu (3/12/2022).

Terlebih, topografi Dusun Brau berada di wilayah perbukitan. Situasi itu riskan memicu tanah labil ketika curah hujan tinggi. Sehingga air yang terkonsentrasi menambah massa tanah. Lambat laun pada titik tertentu mengakibatkan pergerakan tanah.

"Curah hujan yang tinggi mengakibatkan tanah kehilangan daya penopang, sehingga bangunan ambles. Beruntung tak ada korban jiwa," imbuh dia.

Baca juga:
Kaji Tanah Gerak di Talun Ponorogo, Tim PVMBG Beri Beberapa Rekomendasi

Berdasarkan kajian BPBD, Dusun Brau merupakan area di wilayah Kecamatan Bumiaji dengan tingkat kerawanan tinggi mengalami tanah labil. Bahkan pada 2021 ditemukan 13 titik rawan longsor atau rekahan tanah berpotensi bahaya di dusun sentra penghasil susu sapi perah itu.

Jangkauan 13 titik potensi kerawanan itu diketahui berdasarkan kajian geoseismik oleh BPBD Jatim menggunakan alat seismograf. Tindakan itu dilakukan saat proses pencarian lokasi pembangunan hunian sementara (huntara) bagi 15 KK di Dusun Brau. Para warga terdampak itu harus dievakuasi karena tempat tinggalnya rawan ambles.

Peristiwa amblesnya gedung sekolah itu pernah terjadi pada awal Februari 2021. Saat itu terlihat retakan kecil di tembok sekolah. Retakan itu lama kelamaan bertambah dan makin menganga tersebar di beberapa bagian. Mulai dari lorong kelas, kamar mandi, ruang guru dan ruang komputer.

Baca juga:
Pondasi Gedung Sekolah di Trenggalek Diterjang Banjir, Siswa Mengungsi Belajar

Pada peristiwa kali ini, seluruh penjuru bangunan mengalami kerusakan berat. Menurut Rochim, BPBD merekomendasikan agar didirikan tenda darurat untuk kegiatan belajar mengajar. Selain itu, dilakukan pula kajian lanjutan potensi gerakan tanah susulan.

"Kami tidak menyarankan pembelajaran di dalam gedung sekolah. Karena khawatir ada potensi pergerakan tanah susulan," pungkasnya.