Pixel Codejatimnow.com

Gagal Curi Motor di Surabaya, Residivis Diringkus Polisi

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Zain Ahmad
MR, tersangka pencurian motor saat diamankan di Polsek Bubutan bersama barang bukti. (Foto: Polsek Bubutan for jatimnow.com)
MR, tersangka pencurian motor saat diamankan di Polsek Bubutan bersama barang bukti. (Foto: Polsek Bubutan for jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang pria diamankan Unit Reskrim Polsek Bubutan setelah kedapatan membawa kabur motor Honda Scoopy bernopol W 6740 UE, milik kurir ekspedisi. Pelaku kini sudah ditetapkan tersangka dan ditahan untuk diperiksa lebih lanjut.

Tersangka adalah MR (44), warga Jalan Hangtuah, Surabaya. Sementara korban bernama Imam Subandi, warga Surabaya.

Kapolsek Bubutan, Kompol Ade Christian Manapa menjelaskan, kejadian bermula saat Imam mengantar paket di Kantor PTPN XII, Jalan Rajawali 44, Surabaya. Saat itu, korban lupa mencabut kunci kontak motor.

"Korban setelah memarkir lalu masuk ke kantor untuk mengantar paket. Waktu selesai mengantar paket, korban keluar, ternyata motor miliknya sudah dinaiki dan dibawa pergi tersangka," jelasnya, Senin (5/12/2022).

Melihat tersangka membawa kabur motornya, sontak korban langsung berteriak minta tolong. Kebetulan, saat peristiwa itu terjadi, ada sejumlah anggota Polsek Bubutan.

"Anggota langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka yang saat itu berusaha melarikan diri. Setelah berhasil dihentikan, langsung diamankan dan dibawa ke kantor," kata Ade Christian.

Baca juga:
Maling Spesialis Motor Bodong Beraksi di Bangkalan, Segini Harga Jualnya

Dalam pemeriksaan, rupanya tersangka merupakan seorang residivis atas kasus pencopetan, yang dulu juga ditahan di Mapolsek Bubutan.

"Ditahan di sini itu kasus copet tahun 2012. TKP-nya di Jalan Rajawali arah JMP. Saat ini keterangannya masih akan terus kami dalami lagi," tandas Ade Christian.

Dari kasus ini, penyidik menyita barang bukti motor Honda Scoopy hitam milik korban berikut STNK dan kontaknya. Tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (Curat), yang ancaman hukumannya 9 tahun penjara.

Baca juga:
Pelaku Curanmor Surabaya Diringkus usai Beraksi di 20 TKP