Pixel Code jatimnow.com

Stok Bahan Pokok Jelang Nataru Aman, Warga Jatim Tak Perlu Panik

Editor : Rochman Arief Reporter : Ni'am Kurniawan
Operasi pasar yang digelar Pemprov Jatim di 25 pasar di Jatim (foto: Pemprov Jatim for jatimnow.com)
Operasi pasar yang digelar Pemprov Jatim di 25 pasar di Jatim (foto: Pemprov Jatim for jatimnow.com)

jatimnow.com - Program Pemprov Jawa Timur bertajuk operasi pasar masih berlanjut. Direktur PT Jatim Graha Utama, Mirza Muttaqien yang ditunjuk sebagai pelaksana program memastikan stok bahan pokok mengakui sangat cukup menjelang Natal dan tahun baru (Nataru).

Operasi pasar yang digelar di 25 titik pasar di Jatim ini selain menjadi kontrol bahan pokok, juga menyiapkan sembako murah yang bisa dinikmati.

Bahkan, lanjut Mirza, operasi pasar yang digelar sejak September 2022 ini mendapat apresiasi dari warga, karena biasanya menjelang nataru, harga bahan pokok melonjak drastis.

"Harga itu sangat terjangkau bagi masyarkat," ucap Mirza, Jumat (9/12/2022).

Ia mencontohkan, seperti harga beras grade A, di pasar tradisional per 5 kilogram mencapai Rp62 ribu, sedangkan harga operasi pasar hanya Rp52.500.

Begitu juga dengan gula. Harga di pasar berkisar Rp13.500 hingga Rp14.000 per kilogram, sedangkan harga operasi pasar hanya Rp12.300 hingga Rp12.500 per kilogram.

Baca juga:
Inflasi Kota Kediri Stabil, Waspada Harga Beras dan Cabai

"Kami menawarkan di bawah harga rata-rata pasar," jelas Mirza.

Sementara itu, Plt Kepala Biro Perekonomian Pemprov Jatim, Iwan mengatakan program yang digagas Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa itu merupakan bentuk perhatian kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, pemerintah berupaya menyediakan bahan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau, dengan ketersediaan yang juga cukup besar.

Baca juga:
Harga Kebutuhan Pokok Naik, Pemkab Lamongan Jelaskan Alasannya

"Sangat bisa mencakup kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun," katanya.

Dia juga menegaskan harga bahan pokok di pasar meningkat karena tren Nataru, bukan karena stok bahan baku di Jawa Timur yang menipis.

"Sesuai info yang kami terima, semua masih sangat aman," tegasnya.