Pixel Code jatimnow.com

Penemuan Mayat Balita Korban Pembunuhan di Sumobito Jombang Masih Misterius

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Jajeli Rois
Sketsa wajah balita yang ditemukan di sungai Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, yang kini belum terungkap identitasnya. (Foto: Polsek Sumobito)
Sketsa wajah balita yang ditemukan di sungai Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, yang kini belum terungkap identitasnya. (Foto: Polsek Sumobito)

 jatimnow.com - Peristiwa penemuan mayat balita telanjang yang diperkirakan berusia 3 sampai 4 tahun di sungai Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, pada hari Kamis (22/9/2022), masih menjadi PR aparat kepolisian setempat.

Pasalnya, hingga kini polisi belum berhasil mengungkap identitas balita tersebut. Bahkan, polisi yang sudah memastikan jika balita berjenis kelamin laki-laki itu, dipastikan adalah korban pembunuhan. Namun perkara itu belum juga terungkap.

Berikut rangkuman peristiwa penemuan mayat balita hingga polisi akhirnya menyebar sketsa wajah balita dan disebar melalui medsos untuk menemukan identitas balita.

1. Mayat balita ditemukan warga, saat memotong pohon di tepi sungai

Hendak memotong pohon di pinggir sungai, Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, warga setempat temukan sosok balita laki-laki yang kondisinya sudah mati di pinggir sungai.

Kepala Desa Budugsidorejo Asmujiono menjelaskan penemuan mayat balita laki-laki yang diperkirakan usia 3 sampai 4 tahun ini awalnya ditemukan warga Desa Jombok yang saat itu berada di pinggir sungai untuk memotong pohon.

"Pada awalnya ada warga memotong pohon di tepi sungai, tiba-tiba menemukan mayat anak kecil di sebelah kiri sungai," ungkap Asmujiono pada sejumlah jurnalis, Kamis (22/9/2022).

Lebih lanjut ia mengatakan warga menemukan mayat laki-laki itu pada pukul 10.00 WIB. Usai menemukan mayat anak laki-laki tersebut, warga selanjutnya melapor ke pihak Desa. "Selanjutnya melapor ke Polsek dan ke puskesmas," katanya.

Ia mengaku pada saat ditemukan mayat laki-laki yang kondisinya telanjang itu, terdapat luka pada bagian pelipis kepala sebelah kiri. "Ada luka di bagian kepala," ucapnya.

Ia memastikan jika mayat balita laki-laki itu bukanlah warga Desa Budugsidorejo. "Saya pastikan bukan warga Budugsidorejo," pungkasnya.

2. Kesaksian warga pemotong pohon yang pertama kali menemukan mayat balita

Mayat balita laki-laki dalam kondisi telanjang ditemukan warga saat memotong pohon di pinggir sungai Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, pada Kamis (22/9) sekitar pukul 10.00 WIB.

Heri Kusworo (35) warga Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, penemu mayat balita tersebut menjelaskan, saat itu ia tengah bekerja dengan adiknya yang bernama Aditya (19) untuk memotong kayu di pinggir sungai Desa Budugsidorejo.

"Awalnya saya menontong pohon, tiba-tiba adik saya ini bilang kalau ada mayat, ada mayat. Selanjutnya saya lari ke kampung, ke warga dan laporan pak kasun," terang Heri.

Meski sempat meragukan informasi dari sang adik, Heri mengaku ia sempat memastikan sendiri temuan adiknya itu.

"Ya saya kira adik saya ini berbohong, terus saya lihat memang ada mayat anak, usia kira-kira 4 sampai 5 tahun. Posisinya tengkurap pas saya lihat itu. Telanjang tak memakai baju," tegasnya.

3. Penyebab Balita Laki-laki Meninggal di Sungai Sumobito Jombang, Polisi Tunggu Hasil Visum Keluar

Untuk temukan penyebab kematian balita laki-laki yang ditemukan pemotong kayu di pinggir sungai Dusun Sidokampir, Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang, polisi masih tunggu hasil visum keluar dari rumah sakit.

Kapolsek Sumobito, AKP M Amin menjelaskan jika dari hasil pemeriksaan luar terhadap jasad balita laki-laki tersebut. Diketahui ada beberapa bekas luka.

"Saat ditemukan ada luka goresan di kepala dan di badannya. Untuk penyebab luka kita tunggu hasil visum luar maupun dalam," ungkap Amin, Kamis (22/9/2022).

Lebih lanjut Amin menjelaskan jika balita tersebut memiliki ciri-ciri berambut tipis, atau cepak. "Umur kurang lebih 4 sampai 5 tahun, rambut tipis cepak," tegasnya.

Untuk mengetahui identitas korban, saat ini kepolisian menghimbau pada warga masyarakat sekitar yang memiliki anak balita dan kehilangan, diharapkan mendatangi Polsek Sumobito.

"Kita melakukan pencarian, koordinasi dengan warga sekitar TKP, dan menghimbau pada para orang tua yang merasa kehilangan anak, agar ke Polsek Sumobito," pungkasnya.

4. Ada Indikasi Kekerasan, Jasad Balita yang Ditemukan di Sumobito Jombang Bakal Diotopsi

Hingga kini polisi masih terus melakukan pendalaman terhadap temuan mayat balita berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan warga saat memotong pohon di pinggir sungai Dusun Sidokampir, Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito Jombang.

Baca juga:
Bayi Inses di Surabaya Tewas, Begini Dalih Sang Ayah Hamili Anaknya

Selain menyebarkan ciri-ciri balita di media sosial, polisi bakal melakukan otopsi pada jasad balita, karena ada indikasi kekerasan pada tubuh balita.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Giadi Nugraha menjelaskan berkaitan dengan mayat balita itu, untuk sementara ini, identitas korban belum bisa diketahui. Meski upaya penyebar luasan ciri-ciri korban di medsos sudah dilakukan.

"Upayanya menyebar informasi ke Polsek jajaran, Polres sekitar. Kita juga sudah sebar luaskan ke medsos, namun belum ada jawaban," terang Giadi, Sabtu (24/9/2022).

Selain langkah pencarian identitas balita, polisi juga bakal melakukan otopsi pada jasad balita di RS Bhayangkara Kediri.

"Rencana otopsi tetap dilakukan pada Senin depan. Konfirmasi nunggu kepastian dari dokter forensik Bhayangkara," ungkap Giadi.

Dikatakan Giadi dari hasil visum luar, terdapat sejumlah luka pada jasad balita. Namun polisi belum bisa memastikan apakah itu akibat dari tindakan kekerasan yang mengakibatkan balita menghembuskan nyawa, atau dikarenakan luka akibat terjatuh di sungai.

"Ya ada indikasi kekerasan, tapi nanti kan semuanya itu kekerasannya akibat benturan atau apakah dikarenakan hal lain, itu kita serahkan pada ahlinya," pungkasnya.

5. Polisi Pastikan Mayat Balita yang Ditemukan Pemotong Pohon, Adalah Korban Pembunuhan

Mayat balita laki-laki yang ditemukan warga saat memotong pohon di tepi sungai di Dusun Sidokampir, Desa Budugsidorejo Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, merupakan korban pembunuhan.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Giadi Nugraha menjelaskan berdasarkan hasil visum luar dipastikan jika mayat balita yang ditemukan warga di Sumobito merupakan korban pembunuhan.

"Hasil visum luar dinyatakan ada luka dibagian kepala, ada juga luka di bagian dada diduga juga mengalami tindakan kekerasan. Yang agak fatal itu di bagian dada dan kepala tepatnya di dahi," terangnya, Rabu (28/9/2022)

Saat ditanya adakah petunjuk identitas balita laki-laki yang ditemukan polisi di sekitar TKP, Giadi mengaku belum diketahui identitasnya balita laki-laki tersebut. "Sampai saat ini nihil, di TKP sangat - sangat minim, tidak ada barang bukti," katanya.

"Terkait merek celana yang menempel di tubuh. Itu diduga sampah. Jadi itu kita kesampingkan, terkait dengan celana," sambung Giadi. 

Baca juga:
Bayi 2 Bulan di Surabaya yang Tewas itu Hasil Hubungan Ayah dan Anak

Ketika ditanya apa yang menjadi kesulitan polisi untuk mengungkap kasus ini. Giadi menyebut tidak adanya identitas korban membuat polisi kesulitan.

"Yang pertama belum ada identitas korban, dan sekitar TKP sudah kita susuri sampai arah belakang TKP kita sudah susuri. Ya memang dibelakang TKP ada tiga Desa, tapi itu semua hasilnya nihil. Selain itu di radius 5 kilometer dari TKP tidak ada CCTV itu menjadi hambatan kami," paparnya.

Meski demikian, Giadi mengaku akan memeriksa CCTV yang berada di wilayah TKP untuk mencari informasi lebih lanjut. "Tapi kami akan melihat CCTV lebih jauh, dan kita juga akan coba simpul simpulkan," katanya.

Giadi mengatakan mayat balita laki-laki yang ditemukan dipastikan sudah meninggal lebih dari satu hari sebelum akhirnya ditemukan warga.

"Secara fisik masih bisa dikenali. Estimasi terlama diperkirakan sudah meninggal dua hari, karena masih seger dan belum terjadi pembusukan," pungkasnya.

6. Upaya Polisi Ungkap Identitas Balita, Satreskrim Polres Jombang Sebar Sketsa Wajah

Satuan reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang mengumumkan ciri-ciri dan sketsa mayat balita yang ditemukan di tepi Sungai Sidokampir, Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Jombang. Hal ini dikarenakan identitas balita tersebut belum juga terungkap.

Kasi Humas Polres Jombang, Iptu Qoyum Mahmudi menjelaskan, sudah dua hari ini mayat bocah balita yang ditemukan tanpa busana tersebut masih belum diketahui identitas maupun orangtuanya.

"Masih belum diketahui identitasnya. Mayat ditemukan di tepi Sungai Ngotok Sidokampir, Desa Budugsidorejo," kata Qoyum, Sabtu (24/9/2022).

Ia merinci, ciri-ciri balita itu adalah berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi badan 103 centimeter. Memiliki warna kulit sawo matang, badan kurus dan rambut mata panjang atau lentik.

"Ciri-ciri berikutnya memiliki ciri tahi lalat di tangan kanan sisi depan di atas pergelangan tangan. Rambut hitam lurus potongan tidak teratur, tanda lahir di lutut kanan dan lipatan paha kanan serta gigi karies. Korban perkiraan umur 4 sampai dengan 5 tahun," bebernya.

"Kami imbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri itu untuk segera menghubungi satreskrim Polres Jombang atau WA center Polres Jombang," pungkasnya.