Pixel Codejatimnow.com

Warga di Kabuh Jombang Tagih Pelunasan PT PAM, Begini Langkah Camat

Editor : Narendra Bakrie  Reporter : Elok Aprianto
Warga saat mendatangi kantor Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang beberapa waktu lalu (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Warga saat mendatangi kantor Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang beberapa waktu lalu (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pembebasan lahan petani di Dusun Kwacang, Desa Sukodadi, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang disebut masih belum tuntas.

Sejak Tahun 2019, ada puluhan petani mengaku belum menerima pelunasan dari pihak perwakilan PT Peternakan Ayam Manggis, atas pembayaran lahan miliknya.

"Memang ada sekitar 20 orang yang lahannya masih belum dilunasi sama pihak PT," ujar Camat Kabuh, Anjik Eko Saputro, Minggu (11/12/2022).

Anjik mengakui jika warga juga sempat menanyakan ke kecamatan, terkait pelunasan lahan itu. Setelah itu, pihak kecamatan melakukan klarifikasi ke pihak perusahaan.

"Saya juga sudah konfirmasi ke pihak perusahaan," tegasnya.

Baca juga:
Prabowo-Gibran Saingi AMIN di TPS Keluarga Cak Imin Ponpes Denanyar Jombang

Informasi dari PT Peternakan Ayam Magis, pelunasan akan dilakukan setelah pembangunan. Namun sampai sekarang pembangunan masih belum dilakukan.

"Informasi yang saya dapat lahan yang dibutuhkan juga masih kurang. PT membutuhkan lahan 30 hektar, akan tetapi saat ini masih 26 hektar," bebernya.

Anjik mengaku sudah meminta pihak PT untuk tetap melunasi kekurangan pembayaran lahan 20 warga itu.

Baca juga:
Ponpes Tebuireng Jombang Diklaim Dukung Prabowo-Gibran, Cek Fakta!

"Katanya dalam waktu dekat ini akan dilakukan pelunasan meski belum melakukan pembangunan," ungkap dia.

Sementara terkait kekurangan jumlah pembayaran, Anjik mengaku tidak mengetahui. Karena pada saat jual beli lahan tidak melibatkan kecamatan.

Menapaki Setengah Abad, SIER Komitmen Maju Berkelanjutan
Ekonomi

Menapaki Setengah Abad, SIER Komitmen Maju Berkelanjutan

"Di usia 50 tahun ini, SIER terus berupaya meningkatkan kinerja dan relevansinya, transformasi dan digitalisasi proses bisnis menjadi pilihan untuk memperbaiki pelayanan bagi seluruh tenant SIER," kata Didik.