Pixel Code jatimnow.com

Jelang Nataru Pesanan Keripik Buah di Kota Batu Meningkat Tajam

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Galih Rakasiwi
Produksi keripik buah asal Kota Batu. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Produksi keripik buah asal Kota Batu. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Permintaan keripik buah asal Kota Batu meningkat menjelang musim liburan akhir tahun atau natal dan tahun baru (Nataru). Hal ini disampaikan oleh Khamim Tohari, salah perajin keripik di Kota Batu.

Berapa jenis keripik seperti apel, pisang, nangka, mangga, nanas dan salak mengalami peningkatan pesanan mencapai 60 persen. Biasanya keripik dari usahanya itu dikirim ke tokoh oleh-oleh yang ada di Malang Raya.

"Kita pemasaran juga ke Lampung, Bandung, Jakarta. Tetapi yang paling besar pasarnya di Malang Raya, biasanya dari toko oleh-oleh tapi ada juga yang beli kemudian dijual lagi. Karena keripik buah ini kan di Malang ketika musim liburan banyak wisatawan datang menjadi buah tangan," ujarnya, Senin (12/12/2022).

Dia mengatakan setiap hari untuk produksi keripik apel saja membutuhkan bahan baku buah apel sekitar 1,5 ton. Sedangkan pada bulan-bulan sebelumnya paling tinggi kebutuhan bahan baku tersebut sekitar 1 ton dalam sehari.

"Yang paling utama apel karena bahan bakunya setiap hari ada di Malang, kalau seperti lainnya, nangka itu kan musiman, bulan ini memang banyak, tapi nanti bulan kedua 2023 sudah menurun bahan bakunya," katanya.

Baca juga:
Cinta Ditolak Lalu Ancam Wanita Pujaan, Mahasiswa asal Lamongan Dibui 2 Tahun

Kini harga keripik buahnya juga mengalami kenaikan sejak Oktober lalu seiring dengan adanya kenaikan harga kebutuhan pokok dan BBM. Contohnya keripik apel setiap kilogramn dihargai Rp95.000, keripik nangka Rp120.000, keripik mangga Rp95.000, keripik nanas Rp100.000, keripik salak Rp85.000 dan keripik pisang Rp80.000.

"Selisih naiknya Rp5.000 dari tiga bulan yang lalu, karena seperti minyak goreng kan naik, BBM. Ini kita jualnya grosiran," katanya.

Baca juga:
Wujudkan Kota Batu Bebas Sampah, Petugas Kebersihan Diberi Bonus Umrah

Usaha yang sudah ada sejak tahun 2012 lalu itu, kini dalam sehari dapat menghasilkan omzet sekitar Rp9 juta. Total ada 40 pegawai yang bekerja dan produksi dilakukan mulai pukul 06.00 WIB hingga 16.00 WIB.

"Ada peningkatan, alhamdulillah karena pandemi awal itu kita sempat tutup. Terus tahun ini (2022) mulai produksi lagi bertahap, dulu awal setelah tutup itu hanya 25 pegawai, permintaan terus ada sekarang ada 40 pegawai, tapi mereka giliran," tutupnya.