Pixel Code jatimnow.com

Motif Perampokan Wali Kota Santoso, Ini Kata Ketua DPC PDI Perjuangan Blitar

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Ni'am Kurniawan
Ketua DPC PDI Perjuangan Blitar Syahrul Alim. (Foto: Humas PDI Perjuangan Jatim)
Ketua DPC PDI Perjuangan Blitar Syahrul Alim. (Foto: Humas PDI Perjuangan Jatim)

jatimnow.com - Internal PDI Perjuangan ikut bergerak untuk mencari motif dari insiden perampokan dan penyekapan yang terjadi di rumah dinas Wali Kota Blitar Santoso, dan istrinya Feti Wulandari.

Ketua DPC PDI Perjuangan Blitar Syahrul Alim mengaku, dirinya bersama kader di Blitar sedang mencari motif dari para pelaku, yang diduga memakai mobil plat merah.

Syahrul mengakui, baik DPD dan DPP PDI Perjuangan tengah sepakat bergerak, sembari menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian.

"Kalau dari internal partai masih komunikasi dengan pihak DPD dan DPP untuk terus mengikuti perkembangan kepolisian," ucap Syahrul kepada jatimnow.com, Selasa (13/12/2022).

Pihaknya masih belum berani membuat statement adanya motif perseteruan politik dibalik peristiwa yang terjadi di rumas dinas di Jalan Sudanco Supriyadi No.18.

"PDIP akan mengawal sampai selesai dan tuntas. Kami belum bisa menganalisa sampai sejauh itu," ucap Syahrul.

Agar kasus tersebut cepat terungkap, Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi juga mendesak kepolisian untuk cepat menangkap perampok yang menyerang kadernya itu.

Baca juga:
Peran Samanhudi dalam Perampokan Rumdin Wali Kota Blitar

"Terhadap peristiwanya sendiri, saya berharap pihak kepolisian secepatnya bisa mengungkap dan menuntaskan masalah tersebut," ujar Kusnadi.

Saat ini, kepolisian telah mengantongi beberapa petunjuk empat hingga lima pelaku bermasker yang mengobrak-abrik rumdin Wali Kota Blitar serta menyekap tiga petugas Satpol PP yang berjaga.

Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku diketahui memakai topi hijau, berambut cepak dan berbahasa Indonesia. Pelaku juga teridentifikasi mengenakan jaket krem dengan lambang bendera Indonesia, membawa senpi dan senjata tajam.

Baca juga:
Samanhudi Ajukan Praperadilan Usai Ditetapkan Tersangka dalam Kasus Perampokan

Dirreskrimum Polda Jatim, Kombespol Totok Suharyanto mengaku telah membentuk tim gabungan untuk menangani kasus ini. Olah TKP dan identifikasi di empat titik juga telah dirampungkan.

"Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi bagi tim dalam menentukan penanganan selanjutnya. Ini hal teknis kita tidak dapat membeberkan. Yang jelas setelah ini kami akan berkumpul dan melakukan evaluasi," ujar Totok, Senin (12/12/2022).

Dalam olah TKP ini, polisi berhasil menemukan handphone milik Wali Kota Santoso. Sebelumnya handphone tersebut dikabarkan diambil oleh perampok. Handphone korban ditemukan di sebuah tempat sampah di lokasi kejadian. Sedangkan barang hilang lain seperti uang tunai Rp400 juta dan perhiasan dibawa kabur pelaku.