Pixel Code jatimnow.com

Sidak Pelayanan SIM di Madiun, Dirlantas Polda Jatim Tegaskan Ini

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Zain Ahmad
Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol M Taslim Chairuddin saat melakukan sidak pelayanan SIM di Satlantas Polres Madiun Kabupaten. (Foto: Ditlantas Polda Jatim/jatimnow.com)
Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol M Taslim Chairuddin saat melakukan sidak pelayanan SIM di Satlantas Polres Madiun Kabupaten. (Foto: Ditlantas Polda Jatim/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol M Taslim Chairuddin melakukan sidak pelayanan SIM di Satlantas Polres Madiun Kabupaten. Blusukan ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan edukasi terhadap masyarakat.

Selain itu, sidak ini juga dilakukan untuk memastikan pelayanan dilaksanakan sesuai norma, standar yang berlaku serta untuk memastikan dalam pelaksanaannya tidak terjadi penyimpangan.

"Kami ingin memastikan bahwa pelayanan SIM di sini berjalan dengan baik, sesuai prosedur dan tidak ada penyimpangan, sehingga warga merasa nyaman," ujar Taslim, Rabu (21/12/2022).

Dalam kesempatan itu, mantan Dirlantas Polda Sumsel ini juga menyempatkan diri berdialog dan mengedukasi kepada para pemohon SIM yang sedang menunggu pelayanan dimulai.

"SIM bukan sekadar izin dan menjadi hak setiap orang. SIM adalah lisensi ada syaratnya yaitu harus kompenten atau harus tahu bagaimana berlalu lintas yang baik dan benar. Serta harus terampil dalam mengemudikan kendaraan di jalan," jelasnya.

Menurutnya, SIM merupakan penghargaan atau previlage atau hak istimewa yang diberikan kepada warga negara yang kompenten. Hanya saja kompetensi itu selain knowledge dan skill juga dilengkapi attitude atau sikap dan prilaku.

Sikap dan prilaku itu merupakan cerminan karakter moral yang melekat dalam diri seseorang yang merupakan hasil dari proses penanaman nilai-nilai moral yang dilakukan sejak kecil oleh keluarganya, lembaga pendidikannya, lembaga agamanya dan lingkungan sosial di mana ia tumbuh dan berkembang.

"Tidak hanya nilai hasil ujian dari proses uji SIM, melainkan pemilik SIM paham bagaimana mengemudikan kendaraan di jalan karena tahu saja tidak cukup, pengemudi harus paham, sehingga mau melakukan sesuai pengetahuannya, terkadang kita sudah hati-hati tetap saja kecelakaan karena kelalaian orang lain," papar Taslim.

Baca juga:
Pengeroyok 2 Jurnalis di Bojonegoro Belum Terungkap, Kapolda Jatim: Usut Tuntas!

"Jadi, mengapa baik itu menjadi lebih penting daripada sekedar benar, terkadang kita dalam posisi yang benar tetapi ketika berhadapan dengan mereka yang ceroboh, lalai dan melanggar aturan, sebaiknya kita mengalah saja agar semua selamat dan tidak terjadi kecelakaan," tambahnya.

Ia pun menyarankan membaca buku kumpulan soal-soal ujian SIM, agar tahu dan berikutnya lulus dalam ujian, karena sebagai generasi muda bangsa yang tidak boleh mati sia-sia akibat kecelakaan di jalan.

Selain melakukan sidak, Taslim juga menyerap aspirasi yang di antaranya tentang kekosongan material SIM pada saat ini. Sementara pelayanan sim online (Sinar) tetap dilakukan namun material kosong, dan juga diharapkan layanan kesehatan serta psikologi dapat dikukan di mana saja.

"Kami mohon maaf jika masih ada kendala, atas masukannya akan kami sampaikan dan koordinasikan ke Korlantas Mabes Polri," tegasnya.

Baca juga:
Dua Jurnalis di Bojonegoro Dikeroyok, Kapolda Jatim: Kita Usut

Taslim menyebut bahwa proses ujian SIM dilakukan dengan benar dan dalam prosesnya tidak dilakukan penyimpangan. Itu penting agar output, outcame, benefit dan impact dari proses ujian SIM itu tercapai, tujuan akhirnya mereka yang memiliki SIM kompenten, dengan demikian pelanggaran dan kecelakaan dengan fatalitas korban dapat ditekan.

"Kami akan terus melakukan blusukan, sidak dan menjaring aspirasi agar kepercayaan masyarakat terhadap Polri dalam proses pelayanan SIM dapat ditingkatkan," tandas alumni Akpol 1994 tersebut.