Pixel Code jatimnow.com

Bandit Jalanan di Surabaya Rampas Kalung Emak-emak hingga Terjungkal

Aksi bandit jalanan rampas kalung emas bikin emak-emak di Surabaya terjungkal (Foto: Tangkapan layar video akun Instagram surabaya.terkini)
Aksi bandit jalanan rampas kalung emas bikin emak-emak di Surabaya terjungkal (Foto: Tangkapan layar video akun Instagram surabaya.terkini)

jatimnow.com - Emak-emak di Balongsari Tama, Tandes, Surabaya terjungkal ke paving jalan kampung setelah kalung emas yang dipakainya dirampas dua bandit jalanan

Informasi yang diperoleh jatimnow.com, peristiwa itu terjadi pada Rabu (21/12/22). Aksi dua bandit jalanan yang mengunakan motor matik itu terekam CCTV.

Kapolsek Tandes, Kompol Danu Kuncoro Putro menyebut bahwa pemeriksaan terhadap sejumlah saksi di TKP sudah dilakukan. Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

"Sudah dilaporkan. Kemarin anggota kami bergerak cepat, bhabin sama reskrim sudah ke TKP, memeriksa saksi-saksi dan cek CCTV," ujar Danu saat dikonfirmasi jatimnow.com, Kamis (22/12/2022).

Menurut Danu, korban sudah dirujuk untuk berobat dan diarahkan membuat laporan polisi.

"Kemarin (korban) sudah kami ajak berobat. Karena korban menganggap lukanya ringan di sikut bagian kanan, korban bilang tidak usah pak," tambahnya.

Baca juga:
Emak-emak Berdaster di Surabaya Jadi Korban Perampasan, Kalung Emas Raib

Danu menjelaskan, dalam pemeriksaan korban lupa nilai kalung emasnya yang dirampas pelaku itu.

"Kalung emas berapa gram, masih (didalami). Pemiliknya sendiri juga belum tahu. Hanya kalung (yang dirampas)," ungkapnya.

Menurut Danu, saat ini pihaknya terus melakukan penyelidikan.

Baca juga:
Berangkat ke Pasar Pakai Kalung 11 Gram, Nenek jadi Korban Perampasan

"Masih dalam penyelidikan, karena masih belum tahu (indentitas) siapa pelaku, masih kami pelajari," jelas dia.

Atas kejadian itu, Danu mengimbau kepada masyarakat, agar lebih waspada dan berhati-hati.

"Ibu-ibu dan teman-teman, tidak hanya masalah penjambretan atau masalah curanmor, lain-lain harus tetap waspada. Jangan underestimated, tidak menganggap remeh. Keluar jangan menggunakan barang-barang yang berlebihan untuk menghindari aksi kejahatan," tutur dia.