Pixel Code jatimnow.com

Pria di Tulungagung Ditemukan Tewas Membusuk di Rumahnya

Editor : Rochman Arief Reporter : Bramanta Pamungkas
foto: ilustrasi jatimnow.com.
foto: ilustrasi jatimnow.com.

jatimnow.com - Warga Desa Padangan, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung dikejutkan dengan temuan jenazah Wayudi (30) di rumahnya. Korban ditemukan tewas dengan kondisi membusuk di bagian belakang rumahnya.

Selama ini korban diketahui hidup sendiri dan memiliki riwayat penyakit epilepsi yang sewaktu-waktu kambuh. Diduga korban meninggal karena penyakit epilepsi yang dideritanya.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu M Anshori mengatakan jenazah korban ditemukan salah satu tetangganya pada Senin (26/12/2022) petang. Saksi curiga karena korban sudah tidak terlihat sejak seminggu terakhir.

Selanjutnya saksi mendatangi rumah korban dan memanggilnya. Namun tidak terdengar jawaban korban sehingga saksi masuk ke dalam rumah yang tidak terkunci.

betapa terkejutnya, tetangga tersebut saat menemukan korban tewas di dekat pintu belakang rumahnya dengan kondisi sudah membusuk.

"Saksi langsung melaporkan temuan jenazah korban ini ke pihak berwajib," ujarnya, Selasa (27/12/2022).

Baca juga:
Mengunjungi Goa Tan Tiek Sioe Tulungagung, Pertapaan di Lereng Gunung Wilis

Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP, dengan membawa jenazah korban ke rumah sakit untuk menjalani visum. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban selama ini diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi dan bisa kambuh sewaktu-waktu.

Selain itu, korban juga hidup sendiri di rumah.

"Korban selama ini hidup sendiri di rumah dan sudah seminggu terkahir tidak keluar," imbuhnya.

Baca juga:
Pemuda Lamongan Diringkus Polisi saat Nongkrong di Tulungagung, Lho?

Berdasarkan hasil pemeriksaan visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga kuat korban meninggal karena penyakit epilepsi yang dideritanya kambuh. Jenazah korban lalu diserahkan ke pihak desa untuk dimakamkan.

"Diduga korban meninggal karena penyakit epilepsinya kambuh," pungkasnya.