Pixel Code jatimnow.com

Awal Tahun 2023, Harga Cabai Rawit di Lamongan Makin 'Pedas'

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Rohimah, salah satu pedagang di Pasar Sidoharjo Lamongan (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Rohimah, salah satu pedagang di Pasar Sidoharjo Lamongan (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah komoditi pangan di Lamongan naik signifikan usai libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru). Komoditi lainnya juga mengikuti.

Salah satu komoditi yang harganya naik signifikan yaitu cabai rawit, naiknya sekitar Rp20 ribu per kilogram, yaitu dari Rp60 ribu menjadi Rp80 ribu. Kenaikan diikuti cabai besar, bawang merah dan putih.

"Terjadi sejak pergantian tahun, harga cabai merangkak naik dari Rp 40 ribu, Rp 60 ribu dan masuk tahun baru Rp 80 ribu," ungkap salah satu pedangan di Pasar Sidoharjo Lamongan, Rohimah, Senin (2/1/2022).

Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit tampaknya juga diikuti bahan dapur lain seperti bawang merah yang harganya berkisar Rp35 ribu dari harga sebelumnya Rp30 ribu.

Baca juga:
Inflasi Kota Kediri Stabil, Waspada Harga Beras dan Cabai

"Kalau bawang putih dari harga Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu. Sedangkan cabai merah besar dari Rp30 menjadi Rp40 ribu per kilonya," papar Rohimah.

Kenaikan harga ini terjadi pada seluruh pasar induk di Lamongan, antara lain Pasar Sidoharjo, Pasar Babat, Blimbing dan Mantup.

Baca juga:
Petani Cabai di Mojokerto Panen Lebih Cepat Gegara Faktor Ini

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan, Anang Taufik menyebut bahwa naiknya harga sejumlah komoditi bukan disebabkan baiknya daya beli atau permintaan pasar saat Nataru, melainkan ditengarai akibat cuaca buruk.

"Masuk musim penghujan, daerah penghasil cabai mengalami dampaknya. Produktivitas menurun hingga mengurangi pasokan, sehingga ada kenaikan harga, demikian dengan bawang-bawangan. Meski begitu stok masih aman," pungkas Anang.