Pixel Code jatimnow.com

Demam Permainan Latto-latto, Cuan Bagi Penjual di Ponorogo

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Ahmad Fauzani
Kuntoro (kanan) sedang melayani salah seorang pembeli latto-latto (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kuntoro (kanan) sedang melayani salah seorang pembeli latto-latto (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Demam latto-latto juga terjadi di Ponorogo. Puluhan pedagang dadakan terlihat menjajakan mainan yang sedang viral tersebut.

Selain tetap menjajakan jualan aslinya, para pedagang juga nyambi berjualan latto-latto lantaran laku keras. Bahkan ada penjual dari luar Ponorogo yang sengaja datang untuk mencoba keberuntungan.

"Saya sudah dua kali jualan latto-latto. Awal dulu pada Tahun 2002 dan 2012 lalu kan juga demam latto-latto," ungkap Kuntoro, salah satu penjual, Rabu (4/1/2023).

Warga Babadan, Ponorogo ini sebenarnya berjualan arum manis. Namun karena permainan latto-latto kembali viral, Kuntoro mencoba keberuntungan lagi. Dia mulai berjualan akhir November 2022. Hasilnya, banyak orang membeli latto-latto di lapaknya.

Menurutnya, selama berjualan latto-latto dia telah meraup untung hingga jutaan rupiah. Dia menyebut jika hari biasa, latto-latto laku minimal tiga lusin atau 36 biji untuk latto-latto berjenis biasa dan satu lusin untuk latto-latto yang bisa menyala.

"Tinggal hitung saja. Kalau yang biasa saya jual Rp10 ribu, yang bisa menyala Rp20 ribu," ungkap dia.

Baca juga:
Wow! Bocah SD di Surabaya Dapat Motor Listrik Usai 2 Jam Memainkan Latto-latto

Kuntoro mengaku bisa meraup untung besar saat momentum tahun baru. Banyak orang membeli permainan latto-latto. Yang membeli juga dari berbagai kalangan, tidak hanya anak kecil.

"Itu paling banyak ada 75 biji terjual. Berarti ya kisaran Rp750 ribu dalam semalam untuk yang jenis biasa. Kalau sebulan ya jutaan sih," tambah dia.

Kuntoro mengaku membeli latto-latto itu secara online.

Baca juga:
SDN di Kota Malang Larang Muridnya Bawa Lato-lato, Alasannya Begini

"Tidak tahu sampai kapan. Kalau 2002 lalu bisa berbulan-bulan. Nanti kalau sudah tidak viral ya balik lagi hanya jualan arum manis," pungkasnya.


Reporter: Ahmad Fauzani