Pixel Code jatimnow.com

24 Nasabah Astra Life Mengaku Tertipu, Kerugian Capai Rp1,2 Miliar

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Zain Ahmad
Para nasabah Astra Life saat konferensi pers di Surabaya (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)
Para nasabah Astra Life saat konferensi pers di Surabaya (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)

jatimnow.com - 24 nasabah Astra Life mengaku tertipu hingga mengalami kerugian mencapai Rp1,2 miliar. Puluhan korban itu tersebar di beberapa wilayah di Jawa Timur, mulai Surabaya, Sidoarjo hingga Lumajang.

Yunus dan Endang, koordinator dari 24 orang korban nasabah Astra Life menjelaskan, penipuan asuransi itu bermula saat ia dan teman-temannya ditawari untuk menjadi nasabah asuransi.

Namun, ketika ia dan teman-temannya sebagai nasabah (tertanggung) yang saat ini menjadi korban sudah melaksanakan kewajiban ke pihak Astra Life (penanggung), sesuai kesepakatan, ternyata hingga kini tidak mendapatkan haknya. Atas dasar itulah, mereka lantas menggelar konferensi pers.

"Konferensi pers ini kami gelar karena kami ingin meminta hak kami kepada Astra Life, mengingat Astra telah gagal dan mangkir melakukan kewajibannya, yakni tidak mengirimkan kami buku polis sampai saat ini," ungkap Yunus mewakili para nasabah lainnya, Jumat (6/1/2023).

Yunus mengatakan, seperti yang tercantum dalam pasal 4 yang tertuang dalam buku polis asuransi Astra Life, ditegaskan bahwa nasabah memiliki waktu untuk mempelajari polis selama 14 hari sejak diterimanya buku polis.

Dan Astra Life sebagai penanggung wajib mengembalikan seluruh premi kepada tertanggung setelah dikurangi dengan biaya-biaya yang timbul sehubungan dengan penerbitan buku polis.

"Karena buku polis ini tak kunjung kami terima sampai saat ini. Bahkan sudah masuk bulan kedelapan, maka saya pun mengajukan pembatalan dan sudah mengisi semua persyaratan yang diminta oleh pihak asuransi," jelasnya.

Baca juga:
Menantu Dipenjara, Mertua Kabur Entah Kemana

Namun, nasabah hingga saat ini belum mendapatkan hak mereka. Yunus pun mengungkapkan kejanggalan yang ia alami.

"Anehnya kenapa yang ikut dua polis bisa terima cuma satu polis. Satu diterima dan satu lagi tidak diterima. Padahal dengan alamat yang sama," sesal Yunus.

Sementara Endang menambahkan, terdapat juga oknum yang mendatangi rumah mereka dan mengaku-ngaku sebagai staf Astra Life Jakarta tapi tanpa dibuktikan dengan surat tugas dan ID Card.

Baca juga:
Aset Penjual Pentol Surabaya jadi Barang Bukti Polsek Kenjeran, Kenapa Sih?

"Kami berharap, dengan adanya konferensi pers ini, suara kami dapat didengar Astra dan hak kami dikembalikan penuh, karena kami merasa dibohongi oleh Astra Life yang notabene adalah sebuah perusahaan yang ternama," ujarnya.

Sebelumnya pada 4 Januari 2023, para nasabah ini juga menyampaikan keluh kesahnya lewat surat terbuka yang sudah dikirim ke Presiden Republik Indonesia, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Menkopolhukam, Kapolri, Kapolda Jatim, Gubenur Jawa Timur, Ketua DPRD Jatim, walikota Surabaya, Ketua DPRD Kota Surabaya, Kepala OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan Ketua YLKI.

"Kami berharap, para pejabat tersebut membantu kami agar hak kami bisa dikembalikan sebagai mana mestinya," tandas Endang.