Pixel Code jatimnow.com

Awal Tahun 2023, Ada 18 Warga di Ponorogo Terjangkit DBD

Editor : Narendra Bakrie
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo, Anik Setyorini (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo, Anik Setyorini (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - 18 warga Ponorogo tercatat terjangkit kasus demam berdarah dengaue (DBD), berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

"Awal tahun ini sampai tanggal 11 Januari 2023 ada 18 warga yang terjangkit DBD," ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo, Anik Setyorini, Rabu (11/1/2023).

Anik menjelaskan bahwa laporan dari masyarakat sebenarnya ada 69 kasus DBD. Namun puluhan kasus yang dilaporkan, pasien sebatas demam tinggi dan trombosit menurun.

Padahal, pada sesuai aturan dinkes, pasien terjangkit DBD adalah panas tinggi, trombosit menurun di bawah 100. Terakhir adalah hematokrit atau kadar sel darah merah dalam darah menurun atau meningkat 20 persen.

"Setelah dibuktikan dengan laboratorium banyak yang tidak memenuhi syarat tersebut. Sehingga dari 69 yang dilaporkan hanya 18 yang dinyatakan DBD," ungkap dia.

Menurutnya, 18 pasien itu tidak berkumpul menjadi satu, melainkan tersebar di beberapa kecamatan.

Baca juga:
Warga Pacitan Meninggal Diduga DBD, Penjelasan Dinkes Tegas!

"Rata-rata usia produktif," tambah dia.

Untuk melakukan antisipasi, beberapa tempat telah difogging, terutama di kecamatan kota.

Menurut Anik, fogging tidak bisa sembarangan dilakukan. Ketika ada laporan masyarakat bahwa ada penderita DBD, ditindaklanjuti terlebih dahulu dengan petugas puskesmas untuk penyelidikan epidemiologi.

Baca juga:
Rekap Kasus DBD di Ponorogo Selama Tahun 2022 Meningkat, Ini Sebabnya

Bisa dilakukan fogging ketika ada satu penderita DBD ditambah tiga terduga penderita DBD lain di wilayah tersebut. Kemudian ditemukan jentik aides yang diperiksa dengan kriteria 5 persen dari 100 rumah yang ada.


Reporter: Ahmad Fauzani