Pixel Code jatimnow.com

Sebaran Kasus Campak dalam 8 Daerah di Jatim, Madura Raya Tertinggi

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Farizal Tito
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, dr. Erwin Astha (Foto: Dok. Dinkes Jatim)
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, dr. Erwin Astha (Foto: Dok. Dinkes Jatim)

jatimnow.com - Dinas Kesehatan Jawa Timur membeberkan data peningkatan kasus campak di 8 daerah di wilayahanya. Dari 8 wilayah tersebut yang tertinggi terjadi di Madura Raya.

Dalam empat kabupaten di Pulau Garam itu tercatat 150 kasus campak hingga Desember 2022. Rinciannya adalah Sampang 57 kasus, Sumenep 55 kasus, Pamekasan 25 kasus dan Bangkalan 13 kasus.

Di luar Madura Raya, Kabupaten Pasuruan tercatat ada 34 kasus, Magetan 10 kasus, Kabupaten Probolinggo 5 kasus, dan Kota Batu 4 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Jatim, dr. Erwin Astha menuturkan bahwa dari total 150 kasus tersebut hingga saat ini masih dapat ditangani dengan baik.

"Alhamdulillah para pasiennya telah dinyatakan sembuh. Berdasarkan laporan yang masuk ke Dinkes Provinsi Jatim, belum ada laporan campak yang memerlukan perawatan intensif," ungkap dr Erwin kepada jatimnow.com, Selasa (24/1/2023).

Menurutnya, peningkatan kasus campak ini disebabkan terjadinya penurunan cakupan imunisasi yang signifikan saat Pandemi Covid-19, sehingga menyebabkan banyaknya anak yang tidak mendapatkan imunisasi rutin lengkap.

Baca juga:
Kasus Campak Kian Merebak, Orang Tua Wajib Waspada

"Kasus campak terjadi dikarenakan rendahnya cakupan imunisasi MR/MMR. Oleh karena itu, kepada orangtua harus memastikan buah hatinya sudah mendapatkan cakupan vaksinasi yang lengkap," tegas dia.

Dia berpesan kepada masyarakat, bila menemui gejala demam dan ruam atau bintik kemerahan, segera ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Penyakit ini sangat mudah menular. Jika ditemukan satu kasus, maka bisa menularkan 12-18 orang di sekitarnya. Namun, campak sangat mudah dicegah dengan imunisasi," bebernya.

Baca juga:
Waspada! Campak Rubella Meningkat di 8 Daerah Jatim

"Mohon dipastikan semua anak-anak mendapatkan tiga kali imunisasi campak, yaitu pada saat umur 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD," harap dr Erwin.

Dia juga melakukan beberapa upaya untuk mengendalikan kasus campak di Jawa Timur. Misalnya melakukan pendampingan kepada kabupaten/kota terdampak mulai dari melakukan penyelidikan epidemiologi, hingga memberikan rekomendasi pelaksanaan Outbreak Respons Immunization (ORI) atau pemberian tambahan imunisasi MR untuk melindungi kelompok masyarakat yang berisiko.

"Kami juga menyediakan logistik berupa vaksin MR untuk pelaksanaan Outbreak Respons Immunization (ORI) di kabupaten/kota yang membutuhkan. Pencegahan meluasnya PD3I (Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi), Gubernur Jatim juga telah mengeluarkan surat kewaspadaan KLB PD3I pada bulan Juli 2022," pungkas dr Erwin.