Pixel Code jatimnow.com

Pemkot Batu Punya Tim Pemburu Tikus di Pasar Induk Among Tani

Editor : Rochman Arief Reporter : Galih Rakasiwi
Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai bersama OPD Pemkot Batu memantau pembangunan Pasar Induk Among Tani. (Prokopim KWB to jatimnow.com)
Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai bersama OPD Pemkot Batu memantau pembangunan Pasar Induk Among Tani. (Prokopim KWB to jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) selaku pengelola Pasar Induk Among Tani bakal membentuk tim khusus pemburu tikus.

Tujuannya untuk mengatasi tikus-tikus yang seringkali mengganggu para pedagang. Selain mengatasi masalah hewan pengerat, juga akan mencari solusi lain yang diperlukan untuk menambah kenyamanan pedagang dan pembeli.

"Upaya kita menjamin tak ada seekor tikus yang berkeliaran tatkala pasar yang memiliki daya tampung 3.306 pedagang itu. Biar pedagang dan konsumen nyaman di pasar induk terbesar ini," ucap Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, Rabu (25/1/2023).

Terlebih saat ini proses pembangunannya masih 85 persen, pihaknya juga bakal meihat apa saja yang perlu dipenuhi sebelum jadwal selesai pembangunan. Sehingga saat selesai peresmian, pasar sudah benar-benar dalam kondisi siap.

Baca juga:
Balai Uji KIR Kota Batu Ditargetkan Beroperasi Maret 2023

"Tim pemburu ini terinispirasi di Pasar Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta, yang bersihnya luar biasa. Bahkan ada orang khusus pencari tikus dan kecoa. Hal seperti ini patut dicontoh, dan diadopsi ke Pasar Induk Among Tani, yang besar dan begitu megahnya," katanya.

Perlu diketahui, wajah Pasar Besar Batu bakal tampil baru pada Mei nanti. Aktivitas perekonomian diperkirakan akan kembali berdenyut, setelah proyek revitalisasi Pasar Besar Batu dibiayai APBN bernilai Rp152,7 miliar.

Baca juga:
Wisata Payung Kota Batu, Destinasi Favorit Remaja 90an yang Kini Sepi

Gedung Pasar Besar Batu didirikan tiga lantai di lahan seluas 4 hektar. Konsep bangunan mengusung gedung bangunan hijau (GBH) yang mengedepankan konsep ramah lingkungan dan bertaraf SNI. Kenyamanan pedagang maupun pembeli pun menjadi prioritas. Berbagai fasilitas penunjang juga disediakan lengkap.