Pixel Codejatimnow.com

Pelajar di Sidoarjo Dikeroyok 8 Pemuda Lalu Orangtuanya Diancam Bakal Dibunuh

Editor : Narendra Bakrie  Reporter : Zainul Fajar
TKP pengeroyokan terhadap pelajar di Sidoarjo (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
TKP pengeroyokan terhadap pelajar di Sidoarjo (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pelajar berinisial RH (16), asal Tulangan, Sidoarjo mengaku dikeroyok 8 pemuda. Para pelaku juga mengancam bakal membunuh orangtua korban.

Informasi yang diperoleh jatimnow.com, beberapa waktu lalu korban mendatangi tontonan kuda lumping di Desa Tlasih, Tulangan, Sidoarjo. Tiba-tiba 8 pemuda yang dipimpin RM (19) mendatangi dan menuduh korban telah menjelek-jelekkan namanya.

"Karena anak saya tidak pernah berbuat, akhirnya tidak mengakui tuduhan itu. Ternyata anak saya langsung dikeroyok," ujar Suparlik, orangtua korban, Rabu (8/2/2023).

Setelah menghajar dan mengeroyok korban di tempat pertunjukan kuda lumping, pelaku memaksa korban agar mau diajak ke jalan sepi Desa Kajeksan, dengan cara dibonceng motor.

"Di situlah anak saya dikeroyok lagi. Kepala serta punggung dipukul dengan balok kayu. Anak saya juga sempat akan ditusuk pisau oleh salah satu pelaku. Namun dihalangi oleh teman-teman pelaku," ungkapnya.

Baca juga:
Program Pelindo Mengajar Buktikan Semua Bisa jadi Pemimpin

Tak berhenti sampai di situ, menurut Suparlik, gerombolan pemuda itu juga mengancam, bakal membunuh keduaorang tua korban. Bahkan mereka sesumbar, tidak takut ditangkap polisi.

"Akibat pengeroyokan itu, anak saya mengalami luka di beberapa bagian tubuh dan sempat dirawat di RSUD Sidoarjo. Saya sudah melapor ke Polresta Sidoarjo," jelas dia.

Baca juga:
Kakek Sebatang Kara di Sidoarjo Ditemukan Tewas

Bahkan orangtua korban ketakutan dan trauma akibat ancaman yang dilontarkan pelaku.

"Saya takut mas. Saya trauma dan saya tidak mau ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada keluarga. Saya meminta perlindungan pada pak polis," tandasnya.

Gubernur Jatim Resmikan MCC Dukung Penguatan Ekraf
Pemerintahan

Gubernur Jatim Resmikan MCC Dukung Penguatan Ekraf

"Dengan adanya ekosistem ekonomi kreatif yang menggabungkan kreativitas, inovasi, keahlian, dan nilai budaya, akan menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah sosial, budaya dan ekonomi," kata Khofifah.