Pixel Codejatimnow.com

Stabilkan Harga, Bulog Bojonegoro Gelontor Beras ke Pasar dan Kios Masyarakat

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Misbahul Munir
Pimpinan Cabang Bulog Bojonegoro Sugeng Hardono saat memberikan keterangan. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Pimpinan Cabang Bulog Bojonegoro Sugeng Hardono saat memberikan keterangan. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Harga beras di pasar tradisional Kabupaten Bojonegoro merangkak naik di harga Rp.10.500 per kilogram atau naik Rp500 - Rp1000 sejak tiga pekan terakhir.

Untuk stabilkan harga, Badan Urusan Logistik (Bulog) Bojonegoro menggelontorkan stok beras ke pasar.

Pimpinan Cabang Bulog Bojonegoro, Sugeng Hardono menjelaskan penyebab kenaikan harga beras belakangan ini karena adanya beberapa faktor yang mempengaruhi. Seperti adanya perubahan struktur permintaan dan penawaran yang terjadi di pasar.

"Harga gabah panen sawah atau gabah kering panen (GKP) sekarang posisi saat ini di kisaran harga Rp6.000 - Rp6100 per kilogram. Artinya apa, tingginya harga itu tentunya membawa konsekusensi harga beras di pasaran juga ikut mengalami kenaikan," ujarnya.

Menurutnya saat ini, struktur permintaan antara konsumen (masyarakat) dengan pelaku usaha dalam posisi yang sama. Stok di tingkat pelaku usaha mulai menipis karena suplai barang yang berkurang.

Adapun langkah yang dilakukan untuk meredam harga, lanjut Sugeng, pihaknya terus menggelontorkan stok beras pemerintah melalui kegiatan stabilisasi pasokan harga pangan (SPHP) ke sejumlah pasar dan kios masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga berkoodinasi dengan Pemkab Bojonegoro untuk merencanakan langkah konkret guna menekan harga beras di pasaraan.

"Setiap hari kita gelontorkan ke pasar, kios kios di masyarakat, kami jual melalui kios kios dan RPK, bahkan kami berencana berkoordinasi dengan dinas terkait untuk lebih mendekatkan lagi ke masyarakat apakah melalui operasi pasar (OP) di pasar pasar atau yang lainnya sebagai upaya menekan harga," bebernya.

Baca juga:
Pemkab Tulungagung Pantau Harga Jagung, Telur dan Daging Ayam

"Hal ini akan terus dimaksimalkan hingga harga kembali stabil sesuai harga eceran tertinggi yakni Rp9.450 per kilogramnya," sambungnya.

Sementara untuk ketersediaan stok beras, Sugeng mengungkapkan saat ini untuk stok setara beras mencapai 2300 ton dan jumlah itu masih terus bertambah.

Dengan jumlah itu Ia memastikan ketersediaan beras masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan di tiga wilayah kerja yakni di Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Lamongan.

"Stok sampai saat ini masih cukup untuk mengkaver kegiatan SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pangan) di wilayah kerja kita (Bulog) hingga panen raya yang kita prediksi pada minggu ketiga bulan ini," tandasnya.

Baca juga:
Bapanas Gelontor 2.879.620 Kg Beras di Kabupaten Probolinggo Tekan Inflasi

Terpisah, salah satu pedagang beras di pasar tradisional Bojonegoro, Aan mengungkapkan untuk saat ini harga beras mengalami kenaikan. Harga beras kualitas premium berkisar Rp12.500 sampai Rp13.500, sementara untuk kualitas medium mengalami kenaikan berkisar Rp10.000 sampai Rp10.500.

Menurutnya kenaikan harga lazim terjadi di awal tahun, pasalnya saat ini merupakan masa bercocok tanam ditingkat petani.

"Kenaikan harga beras memang setiap tahunnya terjadi menyesuaikan dengan kondisi panen, kenaikan sekitar Rp500 sampai Rp.1000," pungkasnya.