Pixel Code jatimnow.com

Warga Tulungagung Hilang saat Cari Ikan di Sungai Brantas

Editor : Rochman Arief   Reporter : Bramanta Pamungkas
Petugas melakukan pencarian korban tenggelam di lokasi saat mencari ikan. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas melakukan pencarian korban tenggelam di lokasi saat mencari ikan. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang warga Desa Pojok, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung dilaporkan hilang saat mencari ikan di aliran Sungai Brantas. Korban diketahui bernama Djupri (58) hilang di Sungai Brantas, yang masuk desa Batokan, Kecamatan Ngantru.

Berdasarkan keterangan dari kepolisian, korban tengah mencari ikan dalam tradisi Pladu. Yakni tradisi dibukanya pintu DAM Waduk Lodoyo dan Wlingi di wilayah Blitar, untuk keperluan flushing.

Proses flushing ini membuat ikan di dalam waduk mabuk sehingga mudah ditangkap menggunakan tangan. Momen itulah dimanfaatkan warga untuk mencari ikan di sepanjang aliran Sungai Brantas.

Kapolsek Ngantru, AKP Sumaji mengatakan korban diketahui mencari ikan saat pladu bersama tiga temannya. Mereka tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 23.00 WIB.

Korban bersama temannya lalu mencari ikan di sekitar lokasi menggunakan alat penyetrum dan jaring. Namun alat tersebut mengalami kerusakan dan memutuskan mencari ikan dengan tangan kosong.

Korban tenggelam diketahui seorang pencari ikan yang mengikuti tradisi pladu di Sungai Brantas Tulungagung. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)Korban tenggelam diketahui seorang pencari ikan yang mengikuti tradisi pladu di Sungai Brantas Tulungagung. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Baca juga:
Pelajar Tulungagung Tenggelam di Sungai Brantas, 2 Hari Belum Ditemukan

"Korban datang bersama tiga temannya untuk mencari ikan di sungai tersebut," kata Sumaji, Selasa (07/03/2023).

Ia menambahkan jika saksi sempat mendengar suara teriakan meminta tolong. Karena minim alat penerangan, saksi tidak dapat memberikan pertolongan kepada.

Saksi kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Polisi yang menerima laporan itu langsung menuju lokasi kejadian dan melakukan pemantauan.
"Kita menerima laporan pagi sekitar pukil 04.30 WIB dan langsung ke lokasi kejadian, " tuturnya.

Baca juga:
Melihat Tradisi Pladu di Sungai Brantas, Warga Kediri Panen Ikan Mabuk

Hingga saat ini proses pencarian terhadap korban masih berlangsung. Tim dari BPBD dan Basarnas ikut membantu proses pencarian korban, menggunakan perahu karet. Sejauh ini tim pencari terus menyusuri lokasi yang diduga kuat tempat korban tenggelam.

"Proses pencarian masih berlangsung semoga dapat segera ditemukan, " pungkasnya.

SPTP: Arus Peti Kemas Semester 1 Tahun 2024 Tumbuh 6 Persen
Ekonomi

SPTP: Arus Peti Kemas Semester 1 Tahun 2024 Tumbuh 6 Persen

"Peti kemas internasional tumbuh sekitar 5,76 persen jika dibandingkan dengan semester 1 tahun 2023 dan peti kemas domestik tumbuh sekitar 6 persen jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya,” jelas Widyaswendra.