Pixel Codejatimnow.com

Wahyu Kenzo Tersangka, 745 Member Robot Trading ATG Mengadu ke Polisi

Editor : Narendra Bakrie  Reporter : Achmad Titan
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto dan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto menunjukkan nomor hotline pengaduan korban Wahyu Kenzo (Foto: Humas Polresta Malang Kota)
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto dan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto menunjukkan nomor hotline pengaduan korban Wahyu Kenzo (Foto: Humas Polresta Malang Kota)

jatimnow.com - Sejak hotline pengaduan dibuka, sudah ada 745 member robot trading Auto Trade Gold (ATG) milik crazy rich Surabaya Wahyu Kenzo yang mengadu ke Polresta Malang Kota.

Hotline dengan nomor: 081137802000 tersebut dibuka sejak Rabu (8/3/2023), setelah penetapan tersangka Wahyu Kenzo.

"Sudah ada ratusan laporan masuk. Lalu untuk pendalaman aset milik tersangka, kita terus berkoordinasi dengan Polda Jatim serta Bareskrim Polri," ujar Kapolresta Malang Kota, Kombespol Budi Hermanto (Buher), Jumat (10/3/2023).

Menurut Buher, beberapa aset tersangka tercatat berada di Kota/Kabupaten Malang, seperti rumah pribadi dan beberapa tanah.

"Jika sudah terdeteksi langsung ditelusuri dan dihitung sisi pajak dan nilai aset. Contohnya sebuah rumah di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Apakah itu miliknya atau sewa. Kalau sewa bukanlah aset," paparnya.

Baca juga:
Sidang Wahyu Kenzo Ditunda, Majelis Hakim Minta JPU Hadirkan Saksi Ahli Langsung

Saat ini sudah ada 9 saksi yang diperiksa Penyidik Satreskrim Polresta Malang Kota.

"Sembilan orang itu diminta keterangan sebagai saksi. Semoga kasus ini bisa terungkap dengan gamblang," harapnya.

Selain aset tanah dan rumah, Polresta Malang Kota juga sudah menyita tiga kendaraan mewah milik tersangka, yaitu BMW M4, Toyota Alphard, dan Innova.

Baca juga:
Upayakan Restitusi Korban Wahyu Kenzao, Polresta Malang Kota Gandeng LPSK

Wahyu Kenzo ditangkap Polresta Malang Kota pada Selasa (7/3/2023). Crazy rich asal Surabaya itu memiliki 25 ribu member di Indonesia, Amerika, Rusia hingga Prancis. Bisnis robot trading itu mampu meraup keuntungan sekitar Rp9 triliun.