Pixel Codejatimnow.com

Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam dan Sayur di Tulungagung Naik Signifikan

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Bramanta Pamungkas
Pedagang daging ayam dan sayuran di pasar grosir Ngemplak Tulungagung. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Pedagang daging ayam dan sayuran di pasar grosir Ngemplak Tulungagung. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Harga daging ayam dan sejumlah sayuran di Pasar Grosir Ngemplak, Kabupaten Tulungagung, mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kenaikan harga ini sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Setiap hari harganya terus naik.

Pedagang memprediksi kenaikan harga ini akan terus terjadi hingga bulan Ramadan. Harga secara berangsur akan mulai turun setelah Lebaran.

Berdasarkan pantauan di pasar, harga daging ayam saat ini mencapai Rp32 ribu per kilogram. Sebelumnya harganya berkisar Rp28 ribu per kilogram. Setiap hari harga daging ayam naik mulai Rp 500 hingga Rp1000 per kilogram.

Diperkirakan harganya akan terus naik hingga Lebaran nanti. Pedagang memperkirakan harga daging ayam kali ini bisa menembus Rp40 ribu per kilogram.

Selain daging ayam beberapa jenis sayuran juga mengalami kenaikan harga. Sayuran jenis cabai rawit, cabai besar, cabai keriting, tomat, selada, sawi putih, buncis dan bawang merah harganya naik sejak beberapa hari lalu.

Baca juga:
Video: Sidang Vonis Pembunuhan Pasutri di Tulungagung Ditunda Hakim

Kenaikan paling tinggi terjadi pada cabai rawit. Harganya saat ini mencapai Rp80 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harganya berkisar Rp67 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang daging ayam, Didik Tri mengaku kenaikan ini selalu terjadi menjelang bulan Ramadan. Harganya cenderung terus naik dan baru akan turun setelah perayaan lebaran. Adanya tradisi megengan yang biasa dilakukan warga menjelang lebaran diduga menjadi penyebabnya.

"Dari kandang harga ayam juga naik, ini biasa terjadi jelang memasuki bulan Ramadan," ujarnya, Rabu (15/3/2023).

Baca juga:
Sidang Vonis Pembunuhan Pasutri di Tulungagung Ditunda, Keluarga Korban Kecewa

Kenaikan harga daging ayam ini tidak diikuti oleh tinginya permintaan konsumen. Daya beli masyarakat cenderung tidak ada peningkatan. Didik sendiri mengaku tidak berani menambah stok daging ayam. Mereka khawatir stok tersebut tidak akan habis terjual.

"Meski ada tradisi megengan tapi permintaan pasar relatif landai, tidak ada peningkatan," pungkasnya.