Pixel Codejatimnow.com

Polres Tulungagung Larang Sahur On The Road Ramadan 2023

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Bramanta Pamungkas
Kapolres Tulungagung, AKBP Eko Hartanto. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kapolres Tulungagung, AKBP Eko Hartanto. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Polres Tulungagung melarang pelaksanaan sahur on the road (SOTR) selama Ramadan. Larangan ini disosialisasikan dalam rapat koordinasi, yang berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.

Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, tokoh masyarakat dan agama serta perwakilan perguruan silat. Selain melarang SOTR, tempat hiburan malam juga dilarang beroperasi dalam bulan Ramadan.

Kapolres Tulungagung, AKBP Eko Hartanto mengatakan, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan masyarakat ketika memasuki bulan Ramadan. Khususnya terkait potensi kerawanan konflik yang muncul.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polres memuturkan melarang SOTR. Pasalnya, seringkali kegiatan tersebuthanya sebagai ajang konvoi motor yang menggunakan knalpot brong. Serta pemakaian sound untuk membangunkan sahur juga dilarang.

"Kegiatan sahur on the road yang menggunakan motor dan sound itu malah meresahkan warga. Makanya kami larang kegiatan sahur on the road. Dan jika ditemukan, kami akan tindak dan sita sound sistem mereka," ujarnya, Jumat (17/03/2023).

Baca juga:
Syiar Now: Menjadi Muttaqin Setelah Bulan Ramadhan Bersama Gus Syarif Hidayatulloh M. Pd.I, Sidoarjo

Selain itu untuk menjaga situasi kondusif selama bulan Ramadan, polisi akan menggencarkan razia cipta kondisi. Terdapat beberapa poin yang menjadi perhatian diantaranya petasan dan tempat hiburan malam. Selama bulan Ramadan seluruh tempat hiburan malam diminta tidak beroperasi. Razia petasan juga akan dilakukan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.

"Daerah mana yang rawan sudah kita petakan, nanti akan kami lakukan operasi," tuturnya.

Potensi konflik antar perguruan pencak silat juga tak lepas dari perhatian. Untuk mencegah terjadinya konflik tersebut nantinya setiap kecamatan hanya ada satu baner berisi ucapan selamat menunaikan ibadah puasa ataupun selamat hari raya Idul Fitri. Baner tersebut atas nama paguyuban pencak silat. Setiap perguruan diimbau tidak membuat baner sendiri.

Baca juga:
Antusias Warga Banyuwangi Rela Antri Panjang Demi Uang Baru

"Karena hal ini akan rawan terjadi gesekan antar perguruan. Mengingat masih tinggi egosentris oknum perguruan pencak silat di Tulungagung," pungkasnya.