Pixel Codejatimnow.com

Elpiji 3 kg Meledak di Surabaya, Saksi Dengar Tiga Kali Ledakan

Editor : Rochman Arief  Reporter : Rama Indra S.P
Kondisi dapur milik keluarga M. Soewono yang berantakan akibat ledakan elpiji 3 kg. (Foto: Dedik Irianto for jatimnow.com)
Kondisi dapur milik keluarga M. Soewono yang berantakan akibat ledakan elpiji 3 kg. (Foto: Dedik Irianto for jatimnow.com)

jatimnow.com - Meledaknya tabung elpiji 3 kilogram atau melon hingga memakan enam korban luka bakar diawali ledakan keras. Lokasi ledakan di Jalan Undaan Peneleh, Gang VI Nomor 32 Surabaya, Jumat (31/3/2023) itu sangat keras.

Tetangga korban, Farida (72), mengatakan pihaknya dikagetkan dengan ledakan sebanyak tiga kali sekitar pukul 09.30WIB. Farida yang juga saksi mengaku mendengar tiga kali ledakan yang bersumber dari arah kediaman korban.

"Saya di sini, mau jemur terus 'duor'. Saya tidak berani masuk, hanya lihat apinya sudah besar. Kaget terdengar ledakannya sampai tiga kali," terang Farida ditemui jatimnow, usai kejadian.

Saat itu keenam korban posisinya sedang berkumpul di dapur rumah, yang berbentuk lorong dan memanjang. Korban bersama keluarganya tengah memasak pesanan katering.

"Korban banyak, kan sedang berkumpul masak pesanan nasi kuning, karena itu usaha katering UMKM," imbuh Farida.

Baca juga:
Hak Suara Napi dan Pekerja Mall di Surabaya pada Pemilu 2024 Terancam Hilang

Sementara itu, Pemerintah Kota Surabaya melalui Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya, Dedik Irianto mengatakan insiden tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, terdapat enam anggota keluarga dilarikan ke rumah sakit akibat luka bakar.

"Semuanya korban masih anggota keluarga dan setelah kejadian mereka langsung dilarikan ke rumah sakit, ada yang di RS Soewandi, dan ada yang dibawa ke RSUD Dr Soetomo," ungkapnya.

Menurut Dedik, meledaknya tabung gas elpigi 3 kg disebabkan adanya kebocoran pada regulator saat proses pemasangan.

Baca juga:
Surabaya Tak Lolos Kategori Kota Smart City Versi IMD, Eri Cahyadi: Yang di Survei yang Mana?

"Dugaan sementara ada kebocoran pada regulator saat proses pemasangan. Ditambah saat bocor masih terdapat kompor yang apinya menyala di dapur yang kecil dan berlorong, kondisi itu jadi pendukung terjadinya ledakan," pungkasnya.

Sekadar informasi, di dalam peristiwa tersebut terdapat enam orang mengalami luka bakar. Mereka adalah M. Soewono (67), Suriyah (52), Eny Latifah (38), Yuni Lestari (30), dan Titi (68), serta satu balita umur tiga tahun.