Pixel Codejatimnow.com

BPBD Umumkan PMK di Jatim Terkendali, Ini Datanya

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Ni'am Kurniawan
Ilustrasi. Penyemprotan kandang oleh BPBD Jatim (Foto: BPBD for jatimnow.com)
Ilustrasi. Penyemprotan kandang oleh BPBD Jatim (Foto: BPBD for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pengendalian dan penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Jawa Timur mulai terkendali dengan baik pascalebaran. Data di Posko Terpadu Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan terpampang data yang semakin membaik.

Untuk hewan yang sakit tercatat diangka yang tetap, yakni 2.279 (1,14 %). Hewan mati tercatat 4.378 (2,20%). Untuk hewan yang sembuh juga tetap, yakni 189.744 (95,29%).

Sementara itu, untuk hewan yang dipotong paksa tidak bertambah, yakni angkanya tetap 2.724 (1,37%). Dan untuk kesiapsiagaan dan mewaspadai penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Satgas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) BPBD Provinsi Jawa Timur terus siaga melakukan pengawasan penyebaran hewan ternak, khususnya di wilayah Jawa Timur.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menyebut, pihaknya tak henti melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait PMK. Termasuk juga memberikan bantuan jika mendapati ada ternak mati.

"Target kita (Satgas PMK) mewujudkan nol kasus di seluruh wilayah Provinsi Jawa Timur. Selain melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait PMK. Kita juga memberikan bantuan jika mendapati ada ternak mati. Termasuk melakukan penyemprotan disinfektan di pasar hewan serta mengadakan razia di perbatasan wilayah lalu lintas hewan ternak, yang akan masuk ke wilayah Provinsi Jatim," urai Gatot Soebroto, Selasa (2/5/2023) malam.

Kesuksesan itu adalah bagian dari razia dengan menyasarakat perbatasan di dua provinsi di Jatim yaitu Jawa Tengah dan Bali.

"Tiap hewan ternak yang mau masuk Jatim, ada tim yang memeriksa dari dinas peternakan. Lalu kami menyemprot disinfektan dan teman kepolisian melihat berkasnya apakah distribusi hewan itu sudah sesuai dengan dokumen-dokumennya atau belum," terangnya.

Baca juga:
Kanwil Kemenkumham Jatim Gandeng Ombudsman Optimalkan Fungsi Pengawasan

Selama Ramadan Gatot mengaku, pihaknya juga siaga untuk mengawasi dan mengantisipasi lalu lintas sapi dari tetangga provinsi, yakni Jateng yang masuk ke Jatim, atau sebaliknya guna menekan penyebaran kasus.

"Karena kalau kita giat melakukan penyemprotan dan sosialisasi di sini (Jatim), tetapi dari Jateng tidak, kan bisa kebobolan. Sehingga kami minta kerja sama antar dua wilayah ini harus secara baik sehingga bisa mengantisipasi ternak dari Jateng ke Jatim atau sebaliknya," katanya.

Berikut, Update Situasi Penanganan PMK pada Ternak di Provinsi Jatim per 1 Mei 2023 terekam datanya sebagai berikut: Untuk hewan yang sakit tercatat, diangka yang tetap yakni 2.279 (1,14 %).

Baca juga:
Imigrasi Sapa Warga Pulau Bawean

Hewan mati tercatat 4.378 (2,20%). Dan untuk hewan yang sembuh juga tetap, yakni 189.744 (95,29%). Untuk hewan yang dipotong paksa tidak bertambah, yakni angkanya tetap 2.724 (1,37%), hingga hari ini 1 Mei 2023.

Guna menjaga kondisi tersebut, hingga pascalebaran 1444 H Tahun 2023 Pos Pengamanan PMK terus diperketat, di seluruh wilayah di Jawa Timur.