Pixel Code jatimnow.com

3 Calon Jemaah Haji Tulungagung yang Sempat Gagal Akhirnya Berangkat

Editor : Zaki Zubaidi   Reporter : Bramanta Pamungkas
Calon jemaah haji asal Tulungagung yang berangkat tahun ini. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Calon jemaah haji asal Tulungagung yang berangkat tahun ini. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sempat dinyatakan tidak mampu secara kesehatan, tiga calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Tulungagung dipastikan dapat berangkat tahun ini.

Ketiga jemaah ini awalnya terancam batal berangkat karena faktor kesehatan. Namun setelah dilakukan koordinasi dengan tim kesehatan, mereka dinyatakan bisa berangkat haji.

Kepala Kemenag Tulungagung, Mohammad Nasim mengatakan dua jemaah tersebut diketahui memiliki penyakit TBC dan satu sisanya belum mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan tim kesehatan, dua jemaah yang menderita penyakit TBC bisa berangkat karena belum termasuk akut dan tidak menular. Mereka bisa berangkat bersama rombongan dan sesuai dengan kloter yang ditentukan.

"Untuk yang belum mendapatkan suntik vaksin juga berangkat tahun ini tapi menyusul dengan kloter berikutnya," ujarnya, Selasa (6/6/2023).

Tahun ini sebanyak 1.170 CJH asal Tulungagung berangkat ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut 92 jemaah telah berangkat lebih dulu pada Senin (5/6/2023). Mereka bergabung dengan kloter 34 dari Kabupaten Nganjuk.

Baca juga:
Manfaat Vaksinasi sebelum Ibadah Haji dan Umrah

Sedangkan sisanya masuk dalam kloter 37,38 dan 39 dan berangkat bersama-sama Selasa malam. Jemaah tersebut dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Sukolilo Rabu pagi dan akan terbang pada hari Kamis mendatang.

"Malam ini yang berangkat sekitar 1.093 jemaah dan diangkut menggunakan 25 bus yang disiapkan oleh Pemkab," tuturnya.

Sementara itu, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo berpesan kepada para ASN yang berangkat haji untuk ikut serta membantu jemaah yang berusia lanjut. Sebanyak 34 ASN mengajukan cuti untuk menunaikan ibadah haji tahun ini.
Mereka diharapkan dapat membantu petugas haji dalam mengawasi jemaah yang berusia lanjut.

Baca juga:
Perjuangan Tukang Pijat Tunanetra di Bangkalan Nabung 12 Tahun untuk Naik Haji

"Karena mayoritas jemaah haji kita berusia di atas 60 tahun, kami harapkan para ASN bisa ikut membantu mengawasi dan membantunya," pungkasnya.