Pixel Code jatimnow.com

Segarnya Es Batil Lamongan, Mantab Dinikmati di Musim Panas

Editor : Endang Pergiwati   Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Begini penyajian Es Batil khas Lamongan, tampak segar dan mengunggah selera. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Begini penyajian Es Batil khas Lamongan, tampak segar dan mengunggah selera. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Hawa panas imbas musim kemarau terasa sepanjang hari. Mau yang seger-seger?

Di Lamongan ada minuman yang dijamin bisa melepas dahaga anda, namanya es batil. Minuman legendaris ini hanya dapat ditemui di satu tempat, yakni di Desa Bilubeangsi, Kecamatan Laren, Lamongan.

Sepintas es ini tak jauh berbeda dengan es campur yang termasyhur seantero negeri, namun di dalam es batil ini, ada kue batil sebagai bahan utama. 

Oleh sebagian pelanggan, es batil milik Bayana ini disebut "one and only" karena keunikannya. Belum lagi lokasinya yang asri, menambah adem suasana.

Kue batil adalah sejenis roti yang terbuat dari tepung beras dan ragi. Kue Batil sendiri sejatinya sudah enak kalau dimakan langsung dengan cara diiris-iris dan ditaburi parutan kelapa atau sirup gula.

"Nah, kue batil ini dicampur dengan bahan lain, seperti buah siwalan yang dipotong kotak, kacang hijau, dawet hijau, agar-agar yang diparut. Semuanya dicampur dengan gula aren cair, santan serta es batu," kata Bayanah kepada wartawan, Senin (7/8/2023).

Baca juga:
Lontong Kikil Mak Anik Menu Spesial Bulan Juli, Nikmati Sensasi Kelezatannya!

Bayanah mengaku, ia menjual es batil ini sudah sejak tahun 1990an. Usaha minuman yang dirintis kini ramai dikunjungi pelanggan. Tidak hanya dari Lamongan, namun juga dari luar daerah seperti Gresik, Sidoarjo hingga Tuban.

Untuk semangkuk es batil hanya dihargai Rp6 ribu. Selain es batil, warung Bayanah ini juga menyediakan es dawet siwalan serta berbagai macam gorengan.

"Untuk 1 hari saya menghabiskan 500 mangkuk serta 2 kg tepung untuk membuat gorengan," imbuhnya.

Baca juga:
Kuliner Kupang Sambal Gami di Sidoarjo, Rasanya Berbeda!

Salah seorang pembeli es batil, Ratna, harus menempuh jarak 29 km untuk bisa menikmati es batil.

Ratna mengaku, ketika sedang dalam perjalanan ke wilayah Pantura, ia selalu menyempatkan diri untuk mampir sekedar melepas lelah sambil menikmati segarnya es batil.

"Selain rasanya yang nyamleng di lidah, harganya juga murah," aku Ratna.