Pixel Code jatimnow.com

Kebakaran Gudang Kayu di Bangkalan Sambar Atap Rumah Warga

Editor : Arina Pramudita   Reporter : Fathor Rahman
Kebakaran gudang kayu di Socah, Bangkalan, Madura. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Kebakaran gudang kayu di Socah, Bangkalan, Madura. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kebakaran terjadi di gudang kayu di Dusun Gendut, Desa Dakiring, Kecamatan Socah, Bangkalan, Senin (14/8/2023). Akibatnya bangunan berisi tumpukan kayu tersebut ludes dilalap api.

Kasi Penyelamatan dan Pemadaman Satpol PP Bangkalan, Ortis Iskandar mengatakan, saat tiba di lokasi petugas sudah melihat gudang tersebut ludes. Menurutnya warga setempat terlambat melaporkan kejadian itu.

"Mungkin karena disini panik jadi terlambat menghubungi kami apalagi disini tidak ada yang memiliki nomor petugas," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Dadang ini menambahkan, insiden kebakaran tak hanya menghanguskan gudang kayu tapi juga atap rumah milik Mujiati, warga yang bangunan rumahnya menempel di samping gudang.

"Di samping gudang itu ada rumah induknya, disitu bagian atapnya hangus terbakar," imbuhnya.

Baca juga:
Diduga Korsleting Listrik, Tempat Biliar di Nginden Surabaya Terbakar

Selain gudang dan atap rumah, api juga membakar sebuah motor yang berada di dalam gudang. Peralatan pertukangan juga habis dilalap api. Meski begitu, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian materiil ditaksir Rp200 juta karena kayunya yang terbakar cukup banyak," tambahnya.

Baca juga:
Pria di Tulungagung Bakar Rumah Pacarnya Diduga karena Cemburu

Diduga api muncul pertama kali dari dalam gudang akibat korsleting listrik. Material kayu yang mudah terbakar membuat api cepat membesar dan merembet ke bangunan yang ada di samping gudang.

"Dugaan sementara akibat korsleting listrik dari dalam gudang kayu," pungkasnya.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam